Monday, December 19, 2011

3 Kunci Sukses Daud

Dalam hidup ini tidak ada di antara kita yang tidak pernah mengalami masalah. Semua pasti mengalaminya, beberapa masalah mungkin hanya kecil saja tapi ada juga masalah yang sangat besar, sehingga rasanya kita tidak sanggup/takut menghadapinya

Menjadi anak Tuhan bukan berarti bebas dari masalah, karena Tuhan bukan berjanji membebaskan kita dari masalah, melainkan jalan keluar untuk setiap masalah kita (Matius 11:28)

Dalam 1 Samuel 17 dijelaskan bahwa seorang pendekar Filistin muncul dan mengolok-olok tentara Israel, nama pendekar itu adalah Goliat. Tingginya 6 hasta sejengkal (sekitar 2,8 m) dan memakai pakaian perang yang lengkap (berat baju zirahnya 5000 syikal = sekitar 57 kg, belum lagi tombak, perisai dan penutup lainnya). Selama 40 hari Goliat menantang, mengejek dan mengintimidasi tentara Israel namun tidak ada satupun yang berani melawannya.

Bukankah demikian pula yang kadang terjadi dalam hidup kita, mungkin ada masalah yang sudah lama menjadi beban kita, selalu menghantui, tidak bisa beres-beres...masalah yang jadi seperti 'Goliat' dalam hidup kita? Rasanya tak mungkin dikalahkan, tak bisa menang. Membuat kita tak berkutik sama seperti saat tentara Israel yang banyak menghadapi Goliat.

Hingga akhirnya ayat 32 mencatat, Daud seorang gembala kambing domba berani melawan sang pendekar Filistin bernama Goliat itu.

Pertanyaannya kenapa Daud berani menghadapi Goliat?

1. Saat Saul tahu Daud berani menghadapi Goliat, dia meragukan Daud karena Daud masih muda sedangkan Goliat adalah prajurit yang berpengalaman. Tapi perhatikan jawaban Daud di ayat 34-37, walaupun tidak punya pengalaman perang namun Daud punya suatu hal yang melebihi itu semua. Dia punya pengalaman dengan Tuhan dan Daud mengenal Tuhan!

Mungkin saat ini kita sedang melalui hari-hari yang penuh masalah, entah itu keuangan, sakit penyakit atau apapun juga yang kelihatannya tak ada harapan lagi tapi ingatlah kembali apa yang pernah Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Yesus adalah Tuhan yang hidup, jika dulu Dia pernah menolong kita maka sekarang pun Dia akan menolong kita = Daud tahu Tuhan yang dulu pernah menolongnya melawan singa/beruang, juga sanggup menolongnya mengalahkan Goliat.

Kunci pertama: KITA HARUS MENGENAL TUHAN YESUS!

2. Ayat 38-40, 45-47. Daud mengenal kekuatannya sendiri dan mengenal kekuatan lawannya. Kadang masalah datang dalam hidup kita karena kebodohan kita sendiri, kita tidak mengenal siapa sesungguhnya diri kita dan kita tidak tahu apa yang dihadapi.

Mengenal kekuatan sendiri, artinya tahu kemampuan kita sendiri, contohnya, kalau kita tidak sanggup mencicil pembelian suatu barang ya jangan kita membeli barang dengan cicilan, lebih baik menabung sampai mampu membelinya.

Mengenal kekuatan lawan, artinya, sebelum melangkah kita cari tahu apa yang akan dihadapi (misalnya pekerjaan, pernikahan, persaingan usaha, pelajaran, dll), caranya mencari tahu yaitu dengan tanya Tuhan dan belajar, seperti ikut seminar, kursus, pelatihan. Contoh: sebelum menikah, belajar mengenal pernikahan melalui bpn di gereja.

Kunci kedua: KITA HARUS MENGENAL DIRI SENDIRI & LAWAN KITA!

3. Setelah yakin dan sungguh mengenal Tuhan serta diri dan lawan kita, maka kunci ketiga atau hal terakhir yang perlu dilakukan adalah BERTINDAK DENGAN IMAN.

Daud maju menghadapi Goliat, satu lawan satu; apa Goliat dalam hidup kita? Hadapi hal itu, Goliat mungkin kelihatan besar dan kuat, sedangkan kita rasanya mustahil mengalahkannya...namun jangan lupa kita bersama dengan TUHAN yang maha besar!

1 Samuel 17:48-51...demikian Daud mengalahkan Goliat, tanpa harus susah payah memakai baju perang ataupun pedang, tapi cukup hanya dengan umban & batu yang sederhana.

Jika kita berjalan bersama Tuhan, kita juga tidak perlu susah payah mengalahkan 'Goliat-Goliat' yang ada di hidup kita...cukup dengan mengenal Tuhan, mengenal diri sendiri & lawan kita dan bertindak dengan iman percaya maka kita pasti menang!

Tuhan memberkati...

Sunday, November 27, 2011

Kunci Utama Diberkati Tuhan

Definisi berkat adalah karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi hidup manusia. Karena berkat adalah karunia Tuhan, maka berkat itu diperoleh bukan karena hasil usaha kita; bedakan berkat dengan kekayaan. Berkat ≠ kaya, buktinya ada banyak orang-orang yang tidak kenal Tuhan namun menjadi kaya bahkan sangat kaya; jadi berkat bukan hanya tentang materi (hidup kaya, makmur, berlimpah) tapi juga meliputi damai sejahtera, penyertaan, dan perkenanan Tuhan.

Tahun 2012 adalah Tahun Perkenanan Tuhan, perkenanan bicara tentang perlakuan/hal istimewa. Perkenanan Tuhan berarti ada hal istimewa yang Tuhan berikan untuk kita. Sebagai anak Tuhan, kita tahu bahwa Allah Bapa pasti sayang semua anak-Nya, sama seperti bapa di dunia walau anaknya lebih dari satu tapi semuanya pasti disayang, namun dari antara anak-anak itu tentunya tidak semua sama sikapnya, ada anak yang lebih bisa mengambil hati bapanya dibanding anak yang lain, demikian pula kita sebagai anak Tuhan juga harus bisa mengambil hati-Nya. Jangan jadi anak yang biasa-biasa tapi jadi anak yang luar biasa (istimewa), karena ada berkat yang istimewa juga dari Tuhan.

Bagaimana caranya agar kita diberkati dan mendapat perkenanan-Nya (berkat istimewa)?

Kejadian 26:12-13 Ishak menabur, lalu mendapat hasil 100 x lipat sebab ia diberkati TUHAN. Dan ia menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.

Jika membaca ayat tersebut, kita cenderung menyimpulkan bahwa Ishak diberkati secara luar biasa dan menjadi sangat kaya karena dia menabur. Akibatnya selama ini banyak yang berpikir bahwa jika menabur seperti: doa, pelayanan, perbuatan baik, sosial, kemanusiaan, mengembalikan persepuluhan, persembahan, dan sebagainya...akan diberkati.

Menabur tidaklah salah, tapi tindakan menabur bukanlah kunci utama agar kita diberkati TUHAN! Ibarat seorang yang sedang bertani, hal pertama yang dikerjakan petani bukanlah menabur, hal pertama yang harus dikerjakannya adalah menyiapkan tanah tempat taburan benih tersebut, tanah perlu dibajak & dipupuk agar menjadi baik dan siap ditaburi benih sehingga benih bisa bertumbuh dan berbuah. Demikian pula dengan hidup kita, menabur bukanlah kunci utama yang harus kita lakukan jika mau diberkati… Lalu apakah kunci utamanya?

Kunci kenapa Ishak diberkati, dapat kita lihat di ayat sebelumnya, yaitu ayat 1-6.
a. Ayat 1: ada bencana kelaparan (= masalah/problem, hal yang tidak enak), masalah adalah cara Tuhan untuk membentuk kita; ADA PROSES TUHAN
b. Ayat 2: jangan ke Mesir; walau ada dalam masalah tapi JANGAN PAKAI CARA DUNIA untuk mengatasinya.
c. Ayat 3-5: ada janji Tuhan, TETAP PERCAYA pada janji-Nya.
d. Ayat 6: tindakan yang dilakukan Ishak sesuai kehendak Tuhan (= TAAT), dia tinggal di Gerar seperti yang Tuhan perintahkan.

Ishak diberkati bukan karena dia menabur, namun karena sebelumnya dia sudah diproses oleh Tuhan menjadi Ishak yang baru, Ishak yang menuruti kehendak Tuhan.

Berkat Tuhan diawali oleh diri kita, bukan karena pekerjaan kita! Berkat & perkenanan Tuhan turun karena DIRI KITA sendiri, Mazmur 127:2, Tuhan memberikan berkat kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur, perhatikan kata: yang dicintai-Nya, siapakah orang yang dicintai-Nya? Bukankah yang dimaksud itu adalah orang-orang yang melakukan kehendak-Nya (Matius 7:21).

Jadi kunci utama menerima berkat & perkenanan-Nya adalah dengan menjadikan diri kita seturut kehendak-Nya!

Ciri orang yang mengikuti kehendak Tuhan: jika mau melakukan sesuatu, hal pertama yang dilakukannya adalah tanya Tuhan, bukan langsung jalan; dan setelah dijawab oleh Tuhan maka percaya dan melakukannya. Yeremia 17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang berharap kepada TUHAN!

Bagaimana caranya agar diri kita seturut kehendak Tuhan?

a. Bereskan hubungan dengan Tuhan, jangan ada dosa lagi (Yesaya 59:1-2) .

b. Bereskan hubungan dengan sesama (keluarga/suami istri/anak/orang lain), jika ada masalah segera dibereskan sehingga tidak ada ganjalan lagi, Kejadian 26:8 walaupun Ishak sedang dalam masalah tapi itu tidak merusak hubungan dengan istri, hubungan mereka tetap mesra.

c. Ubah sikap hidup kita (pola pikir dan perasaan) jangan pakai cara dunia, Roma 12:2, caranya? dibentuk melalui baca Firman Tuhan dan melakukannya.

d. Hiduplah dengan iman, iman diuji saat keadaan yang tidak enak, apakah kita tetap percaya dan taat.

Jika hidup kita seturut kehendak Tuhan, maka berkat & perkenanan Tuhan pasti akan menyertai kita, Amsal 10:6a: Berkat ada di atas kepala orang benar. Dan apapun yang kita lakukan (menabur) pasti akan Tuhan berkati dan dibuat-Nya berhasil!

Tuhan memberkati!

Saturday, October 29, 2011

Pengaruh Jejaring Sosial pada Keharmonisan Keluarga

Facebook, Twitter, MySpace adalah beberapa nama situs jejaring sosial yang populer di dunia maya saat ini. Banyak orang dari segala usia, ras, dan budaya menghabiskan waktunya untuk berinteraksi melalui jejaring sosial tersebut dimana mereka bisa saling berbagi aktivitas atau ketertarikannya melalui dunia maya. Kemudahan yang ditawarkan membuat jutaan pengguna internet memiliki profil jejaring sosial di berbagai situs yang ada. Bahkan menurut survei, angka pengguna yang menghabiskan waktu berselancar di situs jejaring sosial meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan makin banyaknya waktu yang dihabiskan untuk menggunakan berbagai jejaring sosial tersebut, timbullah pertanyaan... Apa pengaruh jejaring sosial terhadap keharmonisan keluarga?

Banyak ahli yang berpendapat bahwa jejaring sosial memiliki pengaruh negatif pada struktur keluarga. Mereka percaya jejaring sosial telah menggantikan interaksi intim yang seharusnya terjadi dalam keluarga. Percakapan keluarga telah digantikan oleh sesi texting, apalagi dengan adanya perangkat komunikasi yang canggih saat ini, dimana akses ke jejaring sosial, internet atau chatting sesama pengguna merk yang sama jadi makin mudah karena bisa dilakukan dimana saja & kapan saja. Pendapat ini sepertinya tidak salah, karena kita bisa melihat fenomena yang terjadi sekarang ini, banyak orang yang menggunakan waktunya untuk berselancar internet, mengecek berita, update status, chatting dan sebagainya... padahal mereka sedang berkumpul atau beraktivitas bersama keluarganya.

Ahli lainnya berpendapat bahwa jejaring sosial lebih berpengaruh buruk pada perkembangan anak-anak dalam keterampilan sosial dan memelihara hubungan interpersonal, bahkan ada penelitian di sekolah yang menyimpulkan bahwa semakin banyak media internet yang dikonsumsi akan semakin buruk kinerja para siswa. Sedangkan bagi orangtua atau orang dewasa, hal itu tidak terlalu menimbulkan dampak buruk bagi dirinya sendiri, khususnya jika mampu mengendalikan hal tersebut. Namun secara umum, para ahli sepakat bahwa dampak berbahaya dari perkembangan jejaring sosial adalah kecenderungan tren hubungan dunia maya tersebut dalam mengambil alih interaksi hubungan keluarga yang benar; selain juga adanya efek kecanduan & narsis seperti: sedikit-sedikit update atau mengecek status, foto, dan lainnya, bahkan dampak memicu perselingkuhan.

Seperti kisah berikut ini: Aku menikah ketika usia 23 tahun dengan seorang perempuan berinisial W yang beda usia 1 tahun. Sampai 2 tahun pernikahan kami belum dikaruniai anak. Aku tinggal dan berasal dari sebuah kota kecil di Indonesia. Cerita perselingkuhan yang juga menjadi penyebab hancurnya bahtera rumah tanggaku ini berawal dari keisenganku main-main di FB.

Suatu ketika ada seorang perempuan berinisial S yang menambahkanku sebagai daftar temannya. Dia sudah berkeluarga dan punya 1 orang anak perempuan. Satu hari dia ngajak aku chatting via FB. Mengenalkan diri, menceritakan dirinya, hampir semua tentang dirinya dia ceritakan. Dia sosok orang yang pandai bercerita sehingga membuatku betah berlama-lama chatting dengannya.

Hampir setiap bertemu online kami chatting, bercanda, bahkan mulai membicarakan hal-hal yang bersifat tabu. Kami pun mulai terbawa suasana, dan chatting kami semakin ngacau jadinya. Bahkan kami mulai berani saling merayu. Dari situlah perselingkuhanku mulai memasuki tahap lebih dalam. Hingga suatu hari, istriku mengawasiku saat chatting dan akhirnya terbongkarlah perselingkuhan itu. Istriku menangis dan kecewa melihatku selingkuh. Bahkan, kemudian dia minta cerai dan hancurlah keluargaku.


Namun hidup dalam era teknologi informasi seperti saat ini janganlah membuat kita jadi antipati pada perkembangannya, sebaliknya kita harus berhikmat dalam menghadapinya. Perlu ada keseimbangan antara penggunaan jejaring sosial dan menjaga keharmonisan keluarga. Berikut ini beberapa pedoman yang memungkinkan bagi keluarga/suami-istri untuk menikmati baik jejaring sosial dan waktu intim dengan keluarga:

1. Tetapkan batas pada kegiatan jejaring sosial dan beri contoh. Tetapkan aturan yang ketat saat menggunakan jejaring sosial, kapan boleh dilakukan dan dalam kondisi apa saja. Orangtua juga harus memberikan teladan bagi anak-anaknya dalam hal yang sama. Jika anak-anak melihat orangtuanya menghabiskan sebagian waktunya di situs jejaring sosial, maka jelas akan mendorong mereka untuk melakukan hal yang sama.

2. Mendidik diri sendiri. Kita harus mau belajar untuk mengerti perkembangan jejaring sosial/teknologi dunia maya yang ada dan tahu dasar-dasar tentang hal tersebut, sulit untuk melindungi anak-anak/pasangan jika kita tidak mengerti apapun tentang kegiatan mereka.

3. Manfaatkan jejaring sosial untuk memperat hubungan bukan menjauhkan. Tentunya ada manfaat positif yang bisa diperoleh dari jejaring sosial seperti kemudahan komunikasi, yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan keluarga/pasangan bukan sebaliknya, tapi ingat jangan pernah jadikan jejaring sosial sebagai cara interaksi utama.

4. Selalu sediakan waktu untuk interaksi nyata dengan keluarga/pasangan. Belajar untuk punya jadwal kegiatan bersama sebagai sebuah keluarga, tapi minus teknologi. Contoh yang sederhana seperti makan malam bersama, berjalan-jalan, membelai atau ngobrol secara terbuka tapi hindari penggunaan teknologi/jejaring sosial di saat-saat tersebut agar tidak merusak keintiman suasana. Orangtua-anak-anak atau suami-istri harus punya waktu interaksi dengan saling bertatap muka, membelai, memeluk yang tentunya tidak mungkin dilakukan saat menggunakan jejaring sosial.

5. Bangunlah kehidupan spiritual dalam keluarga anda. Orangtua wajib melaksanakan perintah yang diamanatkan Tuhan dalam Ulangan 6:4-9, dan jangan lupakan bahwa orangtua harus menjadi model bagi anak-anaknya. Jika anak-anak dididik menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. Kehidupan spiritual yang sedini dan sekuat mungkin bisa menjadi modal utama untuk mengatasi pengaruh negatif jejaring sosial.

Marilah kita belajar untuk memanfaatkan perkembangan jejaring sosial atau teknologi dunia maya secara positif, yaitu untuk lebih meningkatkan keharmonisan hubungan keluarga/pasangan bukan sebaliknya; karena ibarat sebuah pisau yang dapat dipakai untuk hal buruk maupun untuk hal yang baik, semua itu bukanlah tergantung pada si pisau melainkan pada orang yang menggunakannya.

Tuhan memberkati!

Monday, October 10, 2011

Rancangan Tuhan

Dalam hidup ini kita tentu berharap agar senantiasa mengalami hal-hal yang baik saja, namun nyatanya ada saat dimana kita juga mengalami hal-hal yang tidak baik, seperti masalah keuangan, sakit penyakit atau hal apapun yang menjadi problem dalam hidup kita.

Akibatnya, untuk mengatasi masalah hidup, banyak orang di dunia ini mengambil jalan yang salah seperti pergi ke dukun atau peramal, bahkan ada juga orang percaya yang masih pergi kesana, atau ada juga yang setelah benar-benar tobat memang tidak kesana tapi kemudian malah menjadikan hamba Tuhan atau Tuhan sendiri seperti dukun/peramal. Bahkan ada juga orang yang berani praktek dukun/ramal dengan membawa-bawa nama Tuhan Yesus.

Kenapa terjadi demikian? Karena pada dasarnya manusia punya keinginan untuk menikmati hidup dengan baik-baik saja, kita punya naluri untuk ingin aman, ingin kepastian dengan tahu tentang masa depan, ingin bebas dari masalah...tapi Firman Tuhan dalam Pengkhotbah 7:14 mengatakan: "Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya."

Jadi kadang Tuhan memang mengijinkan terjadinya hal-hal yang kurang baik dalam hidup kita, apa maksudnya? Supaya melalui hal yang baik/buruk tersebut, kita belajar untuk hidup bukan berdasarkan situasi melainkan hidup karena iman kepada Tuhan Yesus! Amsal 20:24 hidup kita ditentukan oleh Tuhan.

Saya teringat kisah tentang Lazarus, saudara Marta dan Maria, dalam Yohanes 11:1-44, dimana di ayat 3 dijelaskan bahwa saat Lazarus sakit dan masih hidup, Tuhan Yesus pun dikabari mengenai keadaannya, tapi setelah tahu, Tuhan sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, dimana Dia berada (ayat 6)...sehingga kemudian saat Yesus tiba, Lazarus sudah mati selama empat hari (ayat 17).

Mungkin jika kejadian yang serupa itu kita alami, atau jika kita ada disana menyaksikan kejadian itu...kita tidak habis pikir kenapa Tuhan tidak langsung menolong dan menyembuhkan Lazarus? Apalagi ayat 5 menjelaskan bahwa Yesus mengasihi Marta, Maria dan Lazarus.

Sesungguhnya Tuhan Yesus sejak awal sudah punya rancangan yang jauh lebih indah untuk kejadian ini (lihat ayat 15) dan hal inipun sebenarnya sudah disampaikan-Nya ke Marta (ayat 23). Namun kita manusia suka sok tahu sama seperti jawaban Marta di ayat 24, dan walaupun kita sering katakan percaya sama Tuhan namun seringkali pengertian percaya itu bukan seperti yang Tuhan inginkan. Perhatikan...walaupun Marta di ayat 27 mengatakan percaya pada Tuhan tapi di ayat 39 dia masih meragukan Tuhan saat diminta untuk bertindak.

Pada akhirnya, semua yang terlibat dalam kejadian itu baru mengerti, ternyata Tuhan Yesus punya rencana yang jauh lebih indah melalui kematian Lazarus. Dengan kejadian itu, Tuhan mengajarkan pada orang banyak agar mereka tetap percaya pada Tuhan apapun masalah yang sedang dihadapi, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, orang yang mati...bahkan yang sudah mati empat hari pun (yang secara jasmani sudah membusuk) bisa dibangkitkan-Nya!

Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Yeremia 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

"Ketika Allah bersiap untuk melakukan sesuatu yang indah, Ia mulai dengan sebuah kesulitan. Jika Ia berencana untuk melakukan sesuatu yang luar biasa indah, Ia mulai dengan kemustahilan." (Zig Ziglar)

Tuhan memberkati!

Tuesday, September 13, 2011

Lebih dari Pemenang

Dalam Roma 8:37 tertulis, "Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita." Tuhan menjanjikan pada kita, anak-anak-Nya, bahwa kita lebih daripada orang-orang yang menang... kita lebih dari pemenang.

Siapa yang dimaksud orang-orang yang menang atau pemenang?
Dalam suatu pertandingan, orang atau peserta yang pada akhir pertandingan menjadi juara pertama itulah yang layak disebut sebagai pemenang. Bukan juara kedua atau ketiga tapi yang pertama itulah juara atau pemenang sesungguhnya.

Biasanya yang namanya pertandingan harus melewati beberapa tahap/babak/ronde/set agar bisa menjadi juara atau menang, contohnya: pertandingan bulutangkis, sepakbola, tinju, dan lainnya... sehingga yang namanya pemenang bukanlah mereka yang menang dalam tiap tahap/babak/ronde/set, mereka bisa saja mengalami kekalahan dalam tahap-tahap pertandingan tersebut, tapi seorang pemenang adalah dia yang mengakhiri seluruh pertandingan dengan nilai kemenangan.

Jadi, pemenang bukanlah orang yang tidak pernah mengalami kekalahan dalam tahap pertandingan lalu pasrah dengan hasilnya, justru dia harus berjuang terus walaupun posisinya sedang kalah supaya pada akhirnya nanti dia bisa keluar dari tantangan sebagai pemenang. Hasil akhir suatu perlombaan/pertandingan tidak ada yang tahu sebelumnya, peserta yang awalnya unggul bisa jadi akhirnya kalah, yang tadinya tertinggal bisa saja akhirnya menang.

Contohnya: Pada tahun 1974, pertandingan bulutangkis All England berlangsung antara Rudi Hartono melawan Sture Johnson, set pertama sudah direbut oleh Sture dengan score 15-4, sedangkan set kedua posisi score sudah 14-0 untuk Sture, 1 angka lagi maka Sture akan jadi pemenangnya. Semua penonton pasti menyangka bahwa Rudi akan kalah, namun dari posisi yang kritis itu, Rudi berjuang untuk mengubah keadaannya, dia berusaha meraih 1 poin demi 1 poin sampai kemudian score menjadi 14-14 dan akhirnya set kedua bisa direbut oleh Rudi dengan score 17-14. Bahkan selanjutnya set ketiga pun direbutnya dan Rudi pun keluar sebagai pemenang.

Nah, lalu apa maksudnya dengan 'lebih dari pemenang'?

Seorang pemenang baru tahu pasti jika dirinya benar-benar menang saat dia mengakhiri pertandingan sebagai juara, ketika sedang bertanding dia hanya bisa berharap, berjuang dan berusaha semaksimal mungkin agar pada akhirnya nanti dia menang.

Namun tidak demikian dengan orang yang 'lebih dari pemenang', karena dengan adanya janji Tuhan tersebut, berarti kita yang 'lebih dari pemenang' itu sudah tahu bahwa hasil akhir pertandingan kita pasti menang... jadi sebelum memulai dan mengakhiri pertandingan pun kita sudah pasti mendapatkan kemenangan itu.

Kenapa bisa terjadi demikian, kita sudah pasti menang?
Karena sebagai anak Tuhan, kita punya ’backing’ yaitu Tuhan Yesus Kristus!

Jika demikian, bagaimana seharusnya sikap kita sebagai orang percaya dalam pertandingan hidup yang diadakan bagi kita ini, dalam menghadapi setiap masalah yang ada?

1. Tetap kuat dan teguh hati.

Kita tidak lagi berdoa untuk minta kemenangan, karena kita sudah pasti menang; tapi mintalah kekuatan untuk bisa meraih kemenangan itu. Dalam Yosua pasal 1 (ayat 6, 7, 9 dan 18), 4x kata 'kuatkan dan teguhkanlah hatimu!' disampaikan pada Yosua, saat itu Yosua dan bangsa Israel akan memulai perjalanan meraih Tanah Perjanjian, dan janji Tuhan pasti digenapi, Tanah Perjanjian itu pasti jadi milik mereka, mereka pasti menang!

Tapi kenapa Tuhan ingatkan sampai 4x agar Yosua kuat dan teguh hatinya? Karena walaupun Yosua dan bangsa Israel pasti menang, apa yang akan mereka hadapi dalam pertandingan tidaklah menjadi mudah, walaupun ada 'backing' bukan berarti tidak ada perjuangan/usaha; karena itulah kita harus kuat dan teguh hati agar tidak mudah putus asa dalam menjalani tahap-tahap pertandingan, bahkan tetap berusaha sampai akhirnya meraih kemenangan.

2. Tetap tenang dan jangan kuatir.

1 Korintus 10:13 mencatat bahwa pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia; Tuhan juga tidak akan mencobai melebihi kekuatan kita dan saat dicobai itu Tuhan akan beri jalan keluar sehingga kita dapat menanggungnya.

Jadi apapun masalah atau tantangan yang kita hadapi... tetap tenang, jangan kuatir, karena hal itu tidak akan melebihi kekuatan kita bahkan Dia telah berjanji akan memberikan jalan keluarnya.

3. Tetap percaya pada Tuhan.

Seringkali dalam menghadapi masalah, sikap yang mudah muncul adalah kuatir bukan percaya. Percaya (faith) adalah lawan dari kuatir (worry); jika faith artinya percaya walaupun belum melihat, maka worry artinya takut walaupun belum terjadi... jadi bisa disimpulkan bahwa percaya = iman positif, sedangkan kuatir = iman negatif, dan Tuhan tentu tidak mau kita bersikap negatif, karena dari sesuatu yang negatif tidak mungkin dihasilkan buah yang baik.

Ada tertulis di Ibrani 11:3, "Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat." Melalui iman yang positif, yaitu dengan tetap percaya pada Tuhan Yesus, pada Firman Allah, maka suatu janji kemenangan yang saat ini mungkin belum terlihat, pasti akan terjadi dan terlihat dalam hidup kita; karena oleh Dia... kita telah dijadikan lebih dari pemenang!

Tuhan Yesus memberkati...

Sunday, August 21, 2011

Tetap Kuat & Andalkan Tuhan

Tahun 2011 adalah tahun multiplikasi dan promosi. Janji Tuhan pastinya tentang sesuatu yang baik, yang membawa keadaan lebih baik; multiplikasi & promosi itu bicara tentang berkat, bukan kutuk. Di dalam Alkitab ada banyak janji-janji Tuhan lainnya, misalkan di Ulangan 11:13-15, Mazmur 1:1-3, Matius 6:25, 31-33 dan masih banyak lagi.

Yang perlu diperhatikan adalah setiap janji Tuhan selalu juga disertai dengan adanya perintah/ketetapan-Nya yang harus dilakukan sebelum janji itu dapat kita raih. Jadi untuk bisa meraih janji Tuhan, ada bagian yang harus kita kerjakan/responi.

Tahun 2011 selain tahun multiplikasi dan promosi, juga merupakan tahun transisi, tahun goncangan dan tekanan besar, ini mungkin jarang disampaikan... karena orang biasanya lebih suka membicarakan berkat daripada kutuk.

Yang namanya transisi itu = perubahan, bisa menuju ke arah yang lebih baik, bisa pula ke arah yang lebih buruk... perubahan itu tergantung dari respon kita pada janji Tuhan. Kalau respon kita benar maka pastinya hidup kita akan mengarah ke suatu hal yang lebih baik, terima berkat bukan kutuk.

Apa respon yang benar agar janji Tuhan bisa kita raih?

1. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu!

Sebelum Yosua menyeberangi sungai Yordan dan memulai penaklukan (meraih) tanah perjanjian, Yosua mendapatkan pesan yang sangat penting ini hingga diulang sampai 4x yaitu di Yosua 1:6, 7, 9, dan 18.

Bagaimana caranya supaya hati kita kuat dan teguh? Dalam Ulangan 11:8 disampaikan: kamu harus berpegang pada seluruh perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya kamu kuat untuk memasuki serta menduduki negeri, ke mana kamu pergi mendudukinya.

Supaya kuat, yang harus kita lakukan adalah berpegang pada seluruh perintah TUHAN! Perintah Tuhan = Firman Tuhan, Alkitab. Kita harus berpegang pada isi Alkitab, bukan pegang Alkitabnya tapi pegang isinya yaitu Firman-Nya.

Kuat dan teguh hati juga bisa diartikan iman yang kuat, iman yang kuat bisa diperoleh bukan cuma dengan minta pada Tuhan, tapi seperti tertulis di Roma 10:17: Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Iman dibentuk melalui membaca Firman Tuhan, semakin banyak mendengar Firman Tuhan maka iman kita akan semakin kuat.

Yosua 1:8 menuliskan: Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Tidak cukup hanya membaca saja tapi juga melakukannya... agar melalui pengalaman-pengalaman rohani yang ada kita jadi makin kuat lagi.

Yohanes 1:1 Firman itu adalah Allah.
Yohanes 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, sebagai Anak Tunggal Bapa.

Berpegang pada Firman Tuhan sama dengan berpegang pada Tuhan Yesus, jika kita+Yesus siapakah yang bisa mengalahkannya? Masalahnya, banyak orang kristen hanya dengar Firman pas ke gereja saja, selebihnya lebih banyak dengar berita dunia...bagaimana bisa punya iman/hati yang kuat.

Biarlah mulai saat ini kita mengerti dan mulai rajin membaca Firman Tuhan serta melakukannya agar kita jadi kuat, KUAT bersama TUHAN.

2. Janganlah pergi ke mesir!

Apapun keadaan hidup kita saat ini sebagai orang yang sudah percaya, janganlah pergi ke mesir! Mungkin saat ini keadaan kita sedang tidak baik, sedangkan di mesir kelihatannya baik, kelihatannya ada berkat disana. Tapi Tuhan katakan jangan pergi ke mesir.

Mesir bicara mengenai cara-cara dunia, cara manusia bukan cara Tuhan, cara hidup yang lama; apapun keadaan kita saat ini walaupun janji Tuhan belum juga diraih, jangan khawatir, jangan putus asa, jangan berpikir atau malah hidup dengan memakai cara-cara dunia (seperti ke dukun, menipu, dan sebagainya). Jangan ke mesir berarti jangan mengandalkan dunia/manusia.

Yeremia 26:20-24 menceritakan tentang nabi bernama Uria bin Semaya, dimana ia bernubuat sama seperti nabi Yeremia yaitu tentang peringatan malapetaka dari Tuhan atas kota dan negeri Israel. Keduanya mau dibunuh oleh pemimpin-pemimpin Israel. Namun Yeremia bisa lolos dari maut, sedangkan Uria akhirnya mati terbunuh karena ia lari ke Mesir.

Yeremia 42:15-19 ini berbicara tentang peringatan Tuhan untuk orang Israel, agar mereka jangan pergi (kabur) ke mesir walaupun sedang ada masalah. Malahan Tuhan berkata jika mereka tetap di negerinya... mereka akan diberkati (ayat 10-12).

Yeremia 17:5-8, andalkan Tuhan, berpeganglah pada Tuhan, jangan ke mesir, jangan andalkan dunia. Walaupun keadaan seolah mustahil, tetap kuat dan andalkan Tuhan, karena bagi Tuhan tak ada yang mustahil! Jika Tuhan berjanji pasti akan digenapi, asalkan respon kita benar maka janji-Nya pasti akan kita raih.

Tuhan memberkati!