Sunday, February 19, 2012

Gaya Hidup yang Berkenan

Perkenanan bicara mengenai persetujuan, perkenanan Tuhan berarti ada penyertaan dan berkat khusus dari Tuhan untuk kita. Itu berarti Tuhan akan membuat perjalanan kita berhasil karena Dia sendiri yang menuntun dan menetapkan langkah kita.

Ada banyak contoh dari tokoh-tokoh Alkitab yang mendapatkan perkenanan Tuhan antara lain:
a. Habel, Kejadian 4:3-5
b. Nuh, Kejadian 8:20-21, 9:1
c. Daud, Kisah 13:22

Dari kisah hidup tokoh-tokoh Alkitab itu bisa ditarik satu benang merah yang menghubungkan mereka semua, suatu tindakan yang menyebabkan perkenanan Tuhan ada dalam hidup mereka.

Benang merah itu adalah gaya hidup mereka yang berkenan di mata Tuhan! Mereka melakukan apa yang berkenan di mata Tuhan (pribadi mereka sendiri yang berkenan kepada-Nya, bukan apa yang mereka persembahkan) sehingga perkenanan Tuhan pun dicurahkan bagi mereka.

Tahun 2012 adalah kairos Tuhan, tahun Perkenanan Tuhan; jika kita mau mendapatkan perkenanan Tuhan maka satu-satunya cara hanya dengan hidup berkenan di mata Tuhan.

Bagaimana caranya hidup berkenan kepada Tuhan?

1. Dalam 1 Samuel 15:22 dikatakan: mendengar lebih baik daripada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik daripada lemak domba jantan (persembahan terbaik, ingat kiash Habel). Dalam KJV, lebih jelas lagi: ketaatan lebih baik dari pengorbanan, mendengarkan lebih baik dari lemak domba jantan. Hal pertama yang harus dilakukan jika mau hidup berkenan di mata Tuhan: mendengarkan Firman dan menaatinya!

2. Mazmur 5:5 Tuhan kita bukanlah Allah yang berkenan pada orang fasik/jahat, dengan kata lain Tuhan berkenan pada orang benar. Bahkan di Mazmur 37:23-24 dikatakan (dan juga ada nyanyiannya):

TUHAN menetapkan langkah-langkah orang
yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
apabila ia jatuh, tak sampai tergeletak,
sebab TUHAN menopang tangannya.


Siapa yang dimaksud orang benar itu? Jawabannya ada di Mazmur 37 ayat 25-28, 30-31, orang benar adalah orang yang menjauhi hal yang jahat, melakukan yang baik, punya belas kasihan, menjadi berkat bagi sekitarnya, mulutnya penuh hikmat, lidahnya memperkatakan hukum dan dalam hatinya ada hukum Tuhan yang menuntun langkah hidupnya.

Lebih jelas lagi dalam Roma 8:8 dikatakan, bahwa: "Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah." Jadi orang benar itu adalah orang yang hidupnya dipimpin oleh hukum Tuhan dalam hatinya yaitu hidup dalam Roh Allah.

Hal kedua yang harus kita lakukan agar berkenan di mata-Nya: hidup benar = hidup dipimpin oleh Roh Allah.

3. Ibrani 11:5-6, Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.

Dalam sejarah PL, hanya 2 orang yang tercatat tidak mengalami kematian jasmani, mereka diangkat oleh Allah ke sorga dan salah satunya adalah Henokh. Dia diangkat karena berkenan kepada Tuhan, apa sebabnya Henokh berkenan? Alkitab mencatat karena Henokh hidup dengan beriman kepada Tuhan.

Hal ketiga yang harus dilakukan jika mau hidup berkenan kepada Tuhan: hidup oleh iman!

Jadi jika kita mau ada perkenanan Tuhan dalam hidup kita, marilah kita juga punya gaya hidup yang berkenan kepada-Nya, hidup dengan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya.

Tuhan memberkati...

Saturday, February 4, 2012

Topeng Pernikahan

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini kita dituntut untuk bisa hidup benar sesuai perintah Tuhan, demikian pula dalam kehidupan pernikahan, kita pun dituntut untuk jujur dan benar dalam posisi kita, baik sebagai suami maupun sebagai istri. Adanya kejujuran membuat rumah tangga menjadi lebih baik, sebaliknya ketidakjujuran atau kepalsuan pada akhirnya akan menghancurkan rumah tangga.

Bisa dibayangkan bagaimana jadinya sebuah pernikahan bila suami istri tidak jujur kepada pasangan hidupnya. Sang suami memberitahukan kepada istrinya kalau dia pulang terlambat karena harus menghadiri pertemuan/rapat penting, misalnya. Akan tetapi, yang terjadi ternyata bukan demikian, sang suami malah pergi bersama teman-teman kantornya untuk bersenang-senang atau lebih parahnya lagi dia berselingkuh dengan wanita idaman lain (WIL).

Sebaliknya, sang istri ijin pada suaminya untuk pergi keluar rumah menghadiri acara gereja katanya, tapi kemudian malah mampir jalan-jalan di mall, singgah di rumah teman, ngobrol, dan sebagainya, sehingga terlambat pulang ke rumah lalu berbohong agar suaminya tidak ngomel. Atau contoh lainnya, seorang istri yang terbiasa membelanjakan uang dengan seenaknya karena punya hobi belanja, namun saat ditanya pertanggung-jawabannya oleh sang suami, ia berkelit dengan menyebutkan pengeluaran untuk kebutuhan-kebutuhan rumah tangga yang ada.

Masih banyak contoh-contoh kepalsuan yang dilakukan oleh pasangan suami istri dalam kehidupan pernikahan mereka bahkan ada keluarga yang dibangun dengan kepalsuan tersebut, sehingga banyak suami isteri yang berpikir sudah mengenal pasangannya, namun sebenarnya yang mereka kenal hanyalah ‘topeng’ pasangan mereka.

Seperti kisah berikut ini, dimana ada satu pasangan suami-isteri yang telah lama menikah dan sudah mempunyai anak. Selama ini hidup pernikahan mereka baik-baik saja dan tidak ada pertengkaran yang mengarah kepada perceraian. Dari luar terlihat bahwa keluarga ini adalah keluarga yang harmonis, sang suami sayang pada istrinya demikian pula sebaliknya. Namun suatu ketika sang suami sakit parah dan akhirnya meninggal dunia.

Pada saat jenazah sang suami disemayamkan, tiba-tiba datanglah seorang wanita dengan membawa seorang anak kecil. Sang istri yang ditinggal oleh suaminya tidak mengenali wanita dan anak itu karena memang bukan teman atau kerabat dari keluarga mereka. Namun wanita itu menangis terisak-isak di hadapan jenazah suaminya… bagaikan petir di siang bolong, sang istri terkejut saat mengetahui bahwa selama ini wanita itu sudah menjadi ‘simpanan’ suaminya! Ternyata apa yang selama ini dia ketahui tentang suaminya sangat jauh berbeda dengan kenyataan yang ada di depan matanya.

Selama ini sang istri mengenal pasangannya sebagai suami dan ayah yang setia, ternyata dia baru tahu sekarang kalau suaminya telah mempunyai WIL, bahkan sampai mempunyai seorang anak. Dia merasa tertipu dan hanya bisa menangis sambil memukul-mukul tubuh suaminya yang sudah terbujur kaku.

Apa saja kepalsuan atau ‘topeng’ yang mungkin terjadi dalam pernikahan?

1. Kekuatiran masa lalu, karena takut pasangannya tidak dapat menerima dirinya jika tahu yang sebenarnya maka orang mengambil tindakan untuk menutupinya. Contoh: suami/istri punya kecenderungan gay/lesbian, tapi tetap menikah dengan pasangan lain jenis demi status sosialnya lalu dengan diam-diam mereka juga masih berhubungan dengan sesama jenis, atau seorang wanita yang pernah melakukan hubungan sex sebelumnya (sehingga tidak perawan lagi) lalu untuk menutupinya, dia melakukan operasi agar jadi perawan kembali.

2. Kemunafikan yang dilakukan seseorang agar pasangannya menghormati atau menganggapnya ‘hebat’ soal kekayaan, pekerjaan, dan sebagainya. Padahal mungkin saja selama ini dia mengelola keuangannya dari hutang (gali lubang, tutup lubang) atau malah karena ditolong orangtuanya.

3. Kesempurnaan yang ditampilkan seseorang agar ia selalu kelihatan sebagai pasangan yang baik. Contoh: suami yang baik itu selalu pulang tepat waktu di rumah dan jarang keluyuran, tapi sebenarnya setiap jam istirahat dia kerap berselingkuh dengan WIL di kantornya atau bisa saja seseorang berusaha tidak pernah marah, selalu mengalah, selalu mengulurkan tangan agar kelihatan sempurna di mata pasangannya, padahal semua itu dilakukan untuk menutupi perbuatan salahnya yang tersembunyi.

Apa sebabnya ada kepalsuan dalam pernikahan?

1. Adanya konsep yang keliru dalam memandang pernikahan, bahwa pernikahan itu harus baik dan sempurna. Padahal pernikahan itu bukan harus sempurna, melainkan akan disempurnakan oleh kasih Tuhan.

2. Adanya pengalaman-pengalaman masa lalu yang tidak dapat diterima.

3. Akibat pola didik atau pola asuh yang salah tentang kejujuran. Sedari kecil, anak terbiasa melihat orangtuanya berbohong atau tidak pernah diajari nilai-nilai kejujuran, akibatnya setelah dewasa dia akan terbiasa berbohong/berpura-pura.

4. Kekuatiran yang berlebihan. Sudah membayangkan adanya penolakan dari pasangan, sehingga enggan untuk mengungkapkan dengan sejujurnya.

5. Ketidakberanian menghadapi kenyataan.

Lalu bagaimana cara mengatasi kepalsuan ini?

Perlu adanya kesiapan dan komitmen dari pasangan suami istri untuk saling terbuka/jujur. Setiap suami istri harus belajar untuk bisa menerima pasangan apa adanya. Jangan pernah memulai untuk menutupi hal yang ‘kecil’ sekalipun karena lama-lama dosa kecil itu bisa menjadi besar (Lukas 16:10). Masing-masing harus rela berkorban, menerima dan menjadi satu (unity) dengan pasangannya baik dalam pikiran, perasaan dan kehendak, Matius 19:6a “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.”

Ingatlah kebahagiaan pernikahan yang ‘palsu’ hanyalah kebahagiaan yang semu dan sementara, dibaliknya akan ada kehancuran yang sangat menyakitkan. Namun dengan kasih yang sejati dalam Tuhan Yesus, semua hal yang kelihatannya kurang sempurna dalam pernikahan dapat dijadikan-Nya baik dan sempurna, asalkan suami istri mau sepakat (unity) dan hidup benar di hadapan-Nya.

Tuhan memberkati...

Monday, January 16, 2012

Tahun Perkenanan Tuhan

Tahun 2012 adalah Tahun Perkenanan Tuhan.
Apa yang dimaksud perkenanan Tuhan?
Menurut kamus bahasa Indonesia, perkenanan, artinya: menyetujui, berkompromi, suka, sudi, dengan senang hati, rela ...
Perkenanan Tuhan berarti: Tuhan rela, setuju, sudi, dengan senang hati...memberikan berkat, bukan berkat yang biasa-biasa tapi luar biasa/istimewa!

Kejadian 37:1-36 adalah kisah tentang Yusuf, anak Yakub/Israel, ayat 3 mencatat: Yakub lebih mengasihi Yusuf karena Yusuf anak yang lahir pada masa tuanya, anak bungsu (dan anak bungsu biasanya pandai mengambil hati), sehingga Yusuf mendapat perkenanan ayahnya, Yakub, serta mendapatkan berkat yang istimewa, yaitu jubah maha indah.

Namun Yusuf bukan hanya dapat perkenanan ayahnya, dia juga mendapatkan perkenanan Tuhan, Kejadian 39:2, Tuhan menyertai Yusuf sehingga ia selalu berhasil dalam pekerjaannya. Bahkan dimana pun Yusuf ada, perkenanan Tuhan selalu ada untuknya, ayat 20-21, Yusuf dipenjara, namun Tuhan menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya dan membuat Yusuf jadi kesayangan kepala penjara itu.

Apa rahasianya perkenanan Tuhan diberikan pada seseorang?

1. KARAKTER
Perhatikan kisah Kain & Habel di Kejadian 4:3-5 yang sama-sama mempersembahkan sesuatu untuk Tuhan, namun hanya persembahan Habel yang diindahkan Tuhan, dan perkenanan Tuhan ada atas Habel. Kenapa? Karena Habel melakukan yang berkenan dihadapan Tuhan.

Perkenanan diberikan pada seseorang karena orang tersebut melakukan sesuatu yang berkenan; berkenan = acceptable, diterima oleh...

Jadi perkenanan Tuhan diberikan pada seseorang, karena orang tersebut melakukan apa yang berkenan di mata Tuhan! Melakukan apa yang berkenan ini berhubungan dengan KARAKTER.

Karakter didefinisikan sebagai tabiat/kebiasaan, suatu sistem keyakinan/kebiasaan yang mengarahkan tindakan seseorang, contohnya: ekonomi keluarga terpuruk – anggota keluarga juga terpuruk – saya salah satu anggota keluarga – saya juga akan terpuruk = jadi pesimis/putus asa. Dari alur ini bisa disimpulkan bahwa karakter terbentuk oleh PIKIRAN. Sejak kecil seseorang dibentuk dari pikiran-pikiran yang dipengaruhi oleh orangtua, keluarga dan sekelilingnya sehingga terciptalah tabiat/kebiasaan = karakternya itu.

Lalu jika memang sudah terbentuk, bisakah karakter itu diubah?
Banyak orang yang berkata tidak bisa karena itu sudah menjadi tabiat orang tersebut; tapi sesungguhnya dalam Tuhan (oleh kuasa Roh Kudus), karakter bisa diubah walaupun sulit karena yang harus dihadapi adalah diri sendiri, tapi akan mudah jika mau berserah dan taat pada Tuhan.

Bagaimana cara merubah karakter manusia?
Karakter terbentuk oleh pikiran, pola pikir yang mengarahkan tindakan seseorang.

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (KJV: And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God).

Perubahan karakter (jadi tidak serupa dengan dunia ini) karena adanya pembaharuan/perubahan pikiran.

Roma 12:3 Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman.

Pola pikir diubah melalui penguasaan diri.

Galatia 5:22, penguasaan diri merupakan salah satu buah Roh, sedangkan buah Roh diperoleh karena hidup oleh Roh bukan oleh daging, Galatia 5:16.

Penguasaan diri adalah buah Roh yang dihasilkan karena hidup dalam pimpinan Roh (Kudus).

Jadi kesimpulannya, karakter bisa diubah jika kita mau hidup dalam pimpinan Roh (hidup oleh Roh) yaitu dengan menyalibkan daging atau keinginan diri sendiri, Galatia 5:24.

Yusuf mendapat perkenanan ayahnya dan Tuhan karena dia punya karakter yang baik, karakter yang menarik hati ayahnya dan juga Tuhan (Kejadian 37:2, Yusuf tidak berbuat jahat seperti saudara-saudaranya yang lain, Kejadian 39:7-12, Yusuf takut akan Tuhan dan tidak mau berzinah walaupun ada kesempatan 'baik').

2. KAIROS
Kairos adalah kata Yunani kuno yang artinya adalah: saat/waktu yang tepat/benar. Kata waktu dalam bahasa Yunani ada 2 macam: chronos dan kairos, chronos bicara mengenai waktu yang ada, seperti jam berapa, hari apa, dan sebagainya. Tapi dalam PB, kairos dipakai untuk menggambarkan: the time when God acts, waktunya Tuhan bertindak; contoh dalam Markus 1:15 kata-Nya: Waktunya telah genap, dalam bahasa aslinya berbunyi: the kairos is fulfilled.

Walaupun karakter dasar Yusuf baik, namun masih ada karakter Yusuf yang harus diproses oleh Tuhan (Kejadian 37:5-11) sehingga Yusuf tidak langsung meraih apa yang Tuhan janjikan. Proses Yusuf memakan waktu 13 tahun (sejak umurnya 17 tahun sampai dengan dia diangkat menjadi kuasa atas Mesir pada usia 30 tahun). Jadi, kairos Tuhan untuk Yusuf adalah saat usia Yusuf 30 tahun dan dia telah menyelesaikan prosesnya Tuhan.

Tahun 2012 adalah Tahun Perkenanan Tuhan, ini adalah kairosnya Tuhan, ini waktunya untuk Tuhan memberikan perkenanan-Nya bagi kita! Jadi yang harus kita lakukan di tahun ini adalah hidup berkenan di hadapan-Nya (hidup oleh Roh), maka pasti perkenanan-Nya akan dicurahkan bagi kita.

Times of refreshing
Here in Your presence
No greater blessing
Then being with You

My soul is restored
My mind is renewed
There’s no greater joy Lord
Then being with you

Monday, December 19, 2011

3 Kunci Sukses Daud

Dalam hidup ini tidak ada di antara kita yang tidak pernah mengalami masalah. Semua pasti mengalaminya, beberapa masalah mungkin hanya kecil saja tapi ada juga masalah yang sangat besar, sehingga rasanya kita tidak sanggup/takut menghadapinya

Menjadi anak Tuhan bukan berarti bebas dari masalah, karena Tuhan bukan berjanji membebaskan kita dari masalah, melainkan jalan keluar untuk setiap masalah kita (Matius 11:28)

Dalam 1 Samuel 17 dijelaskan bahwa seorang pendekar Filistin muncul dan mengolok-olok tentara Israel, nama pendekar itu adalah Goliat. Tingginya 6 hasta sejengkal (sekitar 2,8 m) dan memakai pakaian perang yang lengkap (berat baju zirahnya 5000 syikal = sekitar 57 kg, belum lagi tombak, perisai dan penutup lainnya). Selama 40 hari Goliat menantang, mengejek dan mengintimidasi tentara Israel namun tidak ada satupun yang berani melawannya.

Bukankah demikian pula yang kadang terjadi dalam hidup kita, mungkin ada masalah yang sudah lama menjadi beban kita, selalu menghantui, tidak bisa beres-beres...masalah yang jadi seperti 'Goliat' dalam hidup kita? Rasanya tak mungkin dikalahkan, tak bisa menang. Membuat kita tak berkutik sama seperti saat tentara Israel yang banyak menghadapi Goliat.

Hingga akhirnya ayat 32 mencatat, Daud seorang gembala kambing domba berani melawan sang pendekar Filistin bernama Goliat itu.

Pertanyaannya kenapa Daud berani menghadapi Goliat?

1. Saat Saul tahu Daud berani menghadapi Goliat, dia meragukan Daud karena Daud masih muda sedangkan Goliat adalah prajurit yang berpengalaman. Tapi perhatikan jawaban Daud di ayat 34-37, walaupun tidak punya pengalaman perang namun Daud punya suatu hal yang melebihi itu semua. Dia punya pengalaman dengan Tuhan dan Daud mengenal Tuhan!

Mungkin saat ini kita sedang melalui hari-hari yang penuh masalah, entah itu keuangan, sakit penyakit atau apapun juga yang kelihatannya tak ada harapan lagi tapi ingatlah kembali apa yang pernah Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Yesus adalah Tuhan yang hidup, jika dulu Dia pernah menolong kita maka sekarang pun Dia akan menolong kita = Daud tahu Tuhan yang dulu pernah menolongnya melawan singa/beruang, juga sanggup menolongnya mengalahkan Goliat.

Kunci pertama: KITA HARUS MENGENAL TUHAN YESUS!

2. Ayat 38-40, 45-47. Daud mengenal kekuatannya sendiri dan mengenal kekuatan lawannya. Kadang masalah datang dalam hidup kita karena kebodohan kita sendiri, kita tidak mengenal siapa sesungguhnya diri kita dan kita tidak tahu apa yang dihadapi.

Mengenal kekuatan sendiri, artinya tahu kemampuan kita sendiri, contohnya, kalau kita tidak sanggup mencicil pembelian suatu barang ya jangan kita membeli barang dengan cicilan, lebih baik menabung sampai mampu membelinya.

Mengenal kekuatan lawan, artinya, sebelum melangkah kita cari tahu apa yang akan dihadapi (misalnya pekerjaan, pernikahan, persaingan usaha, pelajaran, dll), caranya mencari tahu yaitu dengan tanya Tuhan dan belajar, seperti ikut seminar, kursus, pelatihan. Contoh: sebelum menikah, belajar mengenal pernikahan melalui bpn di gereja.

Kunci kedua: KITA HARUS MENGENAL DIRI SENDIRI & LAWAN KITA!

3. Setelah yakin dan sungguh mengenal Tuhan serta diri dan lawan kita, maka kunci ketiga atau hal terakhir yang perlu dilakukan adalah BERTINDAK DENGAN IMAN.

Daud maju menghadapi Goliat, satu lawan satu; apa Goliat dalam hidup kita? Hadapi hal itu, Goliat mungkin kelihatan besar dan kuat, sedangkan kita rasanya mustahil mengalahkannya...namun jangan lupa kita bersama dengan TUHAN yang maha besar!

1 Samuel 17:48-51...demikian Daud mengalahkan Goliat, tanpa harus susah payah memakai baju perang ataupun pedang, tapi cukup hanya dengan umban & batu yang sederhana.

Jika kita berjalan bersama Tuhan, kita juga tidak perlu susah payah mengalahkan 'Goliat-Goliat' yang ada di hidup kita...cukup dengan mengenal Tuhan, mengenal diri sendiri & lawan kita dan bertindak dengan iman percaya maka kita pasti menang!

Tuhan memberkati...

Sunday, November 27, 2011

Kunci Utama Diberkati Tuhan

Definisi berkat adalah karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi hidup manusia. Karena berkat adalah karunia Tuhan, maka berkat itu diperoleh bukan karena hasil usaha kita; bedakan berkat dengan kekayaan. Berkat ≠ kaya, buktinya ada banyak orang-orang yang tidak kenal Tuhan namun menjadi kaya bahkan sangat kaya; jadi berkat bukan hanya tentang materi (hidup kaya, makmur, berlimpah) tapi juga meliputi damai sejahtera, penyertaan, dan perkenanan Tuhan.

Tahun 2012 adalah Tahun Perkenanan Tuhan, perkenanan bicara tentang perlakuan/hal istimewa. Perkenanan Tuhan berarti ada hal istimewa yang Tuhan berikan untuk kita. Sebagai anak Tuhan, kita tahu bahwa Allah Bapa pasti sayang semua anak-Nya, sama seperti bapa di dunia walau anaknya lebih dari satu tapi semuanya pasti disayang, namun dari antara anak-anak itu tentunya tidak semua sama sikapnya, ada anak yang lebih bisa mengambil hati bapanya dibanding anak yang lain, demikian pula kita sebagai anak Tuhan juga harus bisa mengambil hati-Nya. Jangan jadi anak yang biasa-biasa tapi jadi anak yang luar biasa (istimewa), karena ada berkat yang istimewa juga dari Tuhan.

Bagaimana caranya agar kita diberkati dan mendapat perkenanan-Nya (berkat istimewa)?

Kejadian 26:12-13 Ishak menabur, lalu mendapat hasil 100 x lipat sebab ia diberkati TUHAN. Dan ia menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.

Jika membaca ayat tersebut, kita cenderung menyimpulkan bahwa Ishak diberkati secara luar biasa dan menjadi sangat kaya karena dia menabur. Akibatnya selama ini banyak yang berpikir bahwa jika menabur seperti: doa, pelayanan, perbuatan baik, sosial, kemanusiaan, mengembalikan persepuluhan, persembahan, dan sebagainya...akan diberkati.

Menabur tidaklah salah, tapi tindakan menabur bukanlah kunci utama agar kita diberkati TUHAN! Ibarat seorang yang sedang bertani, hal pertama yang dikerjakan petani bukanlah menabur, hal pertama yang harus dikerjakannya adalah menyiapkan tanah tempat taburan benih tersebut, tanah perlu dibajak & dipupuk agar menjadi baik dan siap ditaburi benih sehingga benih bisa bertumbuh dan berbuah. Demikian pula dengan hidup kita, menabur bukanlah kunci utama yang harus kita lakukan jika mau diberkati… Lalu apakah kunci utamanya?

Kunci kenapa Ishak diberkati, dapat kita lihat di ayat sebelumnya, yaitu ayat 1-6.
a. Ayat 1: ada bencana kelaparan (= masalah/problem, hal yang tidak enak), masalah adalah cara Tuhan untuk membentuk kita; ADA PROSES TUHAN
b. Ayat 2: jangan ke Mesir; walau ada dalam masalah tapi JANGAN PAKAI CARA DUNIA untuk mengatasinya.
c. Ayat 3-5: ada janji Tuhan, TETAP PERCAYA pada janji-Nya.
d. Ayat 6: tindakan yang dilakukan Ishak sesuai kehendak Tuhan (= TAAT), dia tinggal di Gerar seperti yang Tuhan perintahkan.

Ishak diberkati bukan karena dia menabur, namun karena sebelumnya dia sudah diproses oleh Tuhan menjadi Ishak yang baru, Ishak yang menuruti kehendak Tuhan.

Berkat Tuhan diawali oleh diri kita, bukan karena pekerjaan kita! Berkat & perkenanan Tuhan turun karena DIRI KITA sendiri, Mazmur 127:2, Tuhan memberikan berkat kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur, perhatikan kata: yang dicintai-Nya, siapakah orang yang dicintai-Nya? Bukankah yang dimaksud itu adalah orang-orang yang melakukan kehendak-Nya (Matius 7:21).

Jadi kunci utama menerima berkat & perkenanan-Nya adalah dengan menjadikan diri kita seturut kehendak-Nya!

Ciri orang yang mengikuti kehendak Tuhan: jika mau melakukan sesuatu, hal pertama yang dilakukannya adalah tanya Tuhan, bukan langsung jalan; dan setelah dijawab oleh Tuhan maka percaya dan melakukannya. Yeremia 17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang berharap kepada TUHAN!

Bagaimana caranya agar diri kita seturut kehendak Tuhan?

a. Bereskan hubungan dengan Tuhan, jangan ada dosa lagi (Yesaya 59:1-2) .

b. Bereskan hubungan dengan sesama (keluarga/suami istri/anak/orang lain), jika ada masalah segera dibereskan sehingga tidak ada ganjalan lagi, Kejadian 26:8 walaupun Ishak sedang dalam masalah tapi itu tidak merusak hubungan dengan istri, hubungan mereka tetap mesra.

c. Ubah sikap hidup kita (pola pikir dan perasaan) jangan pakai cara dunia, Roma 12:2, caranya? dibentuk melalui baca Firman Tuhan dan melakukannya.

d. Hiduplah dengan iman, iman diuji saat keadaan yang tidak enak, apakah kita tetap percaya dan taat.

Jika hidup kita seturut kehendak Tuhan, maka berkat & perkenanan Tuhan pasti akan menyertai kita, Amsal 10:6a: Berkat ada di atas kepala orang benar. Dan apapun yang kita lakukan (menabur) pasti akan Tuhan berkati dan dibuat-Nya berhasil!

Tuhan memberkati!

Saturday, October 29, 2011

Pengaruh Jejaring Sosial pada Keharmonisan Keluarga

Facebook, Twitter, MySpace adalah beberapa nama situs jejaring sosial yang populer di dunia maya saat ini. Banyak orang dari segala usia, ras, dan budaya menghabiskan waktunya untuk berinteraksi melalui jejaring sosial tersebut dimana mereka bisa saling berbagi aktivitas atau ketertarikannya melalui dunia maya. Kemudahan yang ditawarkan membuat jutaan pengguna internet memiliki profil jejaring sosial di berbagai situs yang ada. Bahkan menurut survei, angka pengguna yang menghabiskan waktu berselancar di situs jejaring sosial meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan makin banyaknya waktu yang dihabiskan untuk menggunakan berbagai jejaring sosial tersebut, timbullah pertanyaan... Apa pengaruh jejaring sosial terhadap keharmonisan keluarga?

Banyak ahli yang berpendapat bahwa jejaring sosial memiliki pengaruh negatif pada struktur keluarga. Mereka percaya jejaring sosial telah menggantikan interaksi intim yang seharusnya terjadi dalam keluarga. Percakapan keluarga telah digantikan oleh sesi texting, apalagi dengan adanya perangkat komunikasi yang canggih saat ini, dimana akses ke jejaring sosial, internet atau chatting sesama pengguna merk yang sama jadi makin mudah karena bisa dilakukan dimana saja & kapan saja. Pendapat ini sepertinya tidak salah, karena kita bisa melihat fenomena yang terjadi sekarang ini, banyak orang yang menggunakan waktunya untuk berselancar internet, mengecek berita, update status, chatting dan sebagainya... padahal mereka sedang berkumpul atau beraktivitas bersama keluarganya.

Ahli lainnya berpendapat bahwa jejaring sosial lebih berpengaruh buruk pada perkembangan anak-anak dalam keterampilan sosial dan memelihara hubungan interpersonal, bahkan ada penelitian di sekolah yang menyimpulkan bahwa semakin banyak media internet yang dikonsumsi akan semakin buruk kinerja para siswa. Sedangkan bagi orangtua atau orang dewasa, hal itu tidak terlalu menimbulkan dampak buruk bagi dirinya sendiri, khususnya jika mampu mengendalikan hal tersebut. Namun secara umum, para ahli sepakat bahwa dampak berbahaya dari perkembangan jejaring sosial adalah kecenderungan tren hubungan dunia maya tersebut dalam mengambil alih interaksi hubungan keluarga yang benar; selain juga adanya efek kecanduan & narsis seperti: sedikit-sedikit update atau mengecek status, foto, dan lainnya, bahkan dampak memicu perselingkuhan.

Seperti kisah berikut ini: Aku menikah ketika usia 23 tahun dengan seorang perempuan berinisial W yang beda usia 1 tahun. Sampai 2 tahun pernikahan kami belum dikaruniai anak. Aku tinggal dan berasal dari sebuah kota kecil di Indonesia. Cerita perselingkuhan yang juga menjadi penyebab hancurnya bahtera rumah tanggaku ini berawal dari keisenganku main-main di FB.

Suatu ketika ada seorang perempuan berinisial S yang menambahkanku sebagai daftar temannya. Dia sudah berkeluarga dan punya 1 orang anak perempuan. Satu hari dia ngajak aku chatting via FB. Mengenalkan diri, menceritakan dirinya, hampir semua tentang dirinya dia ceritakan. Dia sosok orang yang pandai bercerita sehingga membuatku betah berlama-lama chatting dengannya.

Hampir setiap bertemu online kami chatting, bercanda, bahkan mulai membicarakan hal-hal yang bersifat tabu. Kami pun mulai terbawa suasana, dan chatting kami semakin ngacau jadinya. Bahkan kami mulai berani saling merayu. Dari situlah perselingkuhanku mulai memasuki tahap lebih dalam. Hingga suatu hari, istriku mengawasiku saat chatting dan akhirnya terbongkarlah perselingkuhan itu. Istriku menangis dan kecewa melihatku selingkuh. Bahkan, kemudian dia minta cerai dan hancurlah keluargaku.


Namun hidup dalam era teknologi informasi seperti saat ini janganlah membuat kita jadi antipati pada perkembangannya, sebaliknya kita harus berhikmat dalam menghadapinya. Perlu ada keseimbangan antara penggunaan jejaring sosial dan menjaga keharmonisan keluarga. Berikut ini beberapa pedoman yang memungkinkan bagi keluarga/suami-istri untuk menikmati baik jejaring sosial dan waktu intim dengan keluarga:

1. Tetapkan batas pada kegiatan jejaring sosial dan beri contoh. Tetapkan aturan yang ketat saat menggunakan jejaring sosial, kapan boleh dilakukan dan dalam kondisi apa saja. Orangtua juga harus memberikan teladan bagi anak-anaknya dalam hal yang sama. Jika anak-anak melihat orangtuanya menghabiskan sebagian waktunya di situs jejaring sosial, maka jelas akan mendorong mereka untuk melakukan hal yang sama.

2. Mendidik diri sendiri. Kita harus mau belajar untuk mengerti perkembangan jejaring sosial/teknologi dunia maya yang ada dan tahu dasar-dasar tentang hal tersebut, sulit untuk melindungi anak-anak/pasangan jika kita tidak mengerti apapun tentang kegiatan mereka.

3. Manfaatkan jejaring sosial untuk memperat hubungan bukan menjauhkan. Tentunya ada manfaat positif yang bisa diperoleh dari jejaring sosial seperti kemudahan komunikasi, yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan keluarga/pasangan bukan sebaliknya, tapi ingat jangan pernah jadikan jejaring sosial sebagai cara interaksi utama.

4. Selalu sediakan waktu untuk interaksi nyata dengan keluarga/pasangan. Belajar untuk punya jadwal kegiatan bersama sebagai sebuah keluarga, tapi minus teknologi. Contoh yang sederhana seperti makan malam bersama, berjalan-jalan, membelai atau ngobrol secara terbuka tapi hindari penggunaan teknologi/jejaring sosial di saat-saat tersebut agar tidak merusak keintiman suasana. Orangtua-anak-anak atau suami-istri harus punya waktu interaksi dengan saling bertatap muka, membelai, memeluk yang tentunya tidak mungkin dilakukan saat menggunakan jejaring sosial.

5. Bangunlah kehidupan spiritual dalam keluarga anda. Orangtua wajib melaksanakan perintah yang diamanatkan Tuhan dalam Ulangan 6:4-9, dan jangan lupakan bahwa orangtua harus menjadi model bagi anak-anaknya. Jika anak-anak dididik menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. Kehidupan spiritual yang sedini dan sekuat mungkin bisa menjadi modal utama untuk mengatasi pengaruh negatif jejaring sosial.

Marilah kita belajar untuk memanfaatkan perkembangan jejaring sosial atau teknologi dunia maya secara positif, yaitu untuk lebih meningkatkan keharmonisan hubungan keluarga/pasangan bukan sebaliknya; karena ibarat sebuah pisau yang dapat dipakai untuk hal buruk maupun untuk hal yang baik, semua itu bukanlah tergantung pada si pisau melainkan pada orang yang menggunakannya.

Tuhan memberkati!

Monday, October 10, 2011

Rancangan Tuhan

Dalam hidup ini kita tentu berharap agar senantiasa mengalami hal-hal yang baik saja, namun nyatanya ada saat dimana kita juga mengalami hal-hal yang tidak baik, seperti masalah keuangan, sakit penyakit atau hal apapun yang menjadi problem dalam hidup kita.

Akibatnya, untuk mengatasi masalah hidup, banyak orang di dunia ini mengambil jalan yang salah seperti pergi ke dukun atau peramal, bahkan ada juga orang percaya yang masih pergi kesana, atau ada juga yang setelah benar-benar tobat memang tidak kesana tapi kemudian malah menjadikan hamba Tuhan atau Tuhan sendiri seperti dukun/peramal. Bahkan ada juga orang yang berani praktek dukun/ramal dengan membawa-bawa nama Tuhan Yesus.

Kenapa terjadi demikian? Karena pada dasarnya manusia punya keinginan untuk menikmati hidup dengan baik-baik saja, kita punya naluri untuk ingin aman, ingin kepastian dengan tahu tentang masa depan, ingin bebas dari masalah...tapi Firman Tuhan dalam Pengkhotbah 7:14 mengatakan: "Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya."

Jadi kadang Tuhan memang mengijinkan terjadinya hal-hal yang kurang baik dalam hidup kita, apa maksudnya? Supaya melalui hal yang baik/buruk tersebut, kita belajar untuk hidup bukan berdasarkan situasi melainkan hidup karena iman kepada Tuhan Yesus! Amsal 20:24 hidup kita ditentukan oleh Tuhan.

Saya teringat kisah tentang Lazarus, saudara Marta dan Maria, dalam Yohanes 11:1-44, dimana di ayat 3 dijelaskan bahwa saat Lazarus sakit dan masih hidup, Tuhan Yesus pun dikabari mengenai keadaannya, tapi setelah tahu, Tuhan sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, dimana Dia berada (ayat 6)...sehingga kemudian saat Yesus tiba, Lazarus sudah mati selama empat hari (ayat 17).

Mungkin jika kejadian yang serupa itu kita alami, atau jika kita ada disana menyaksikan kejadian itu...kita tidak habis pikir kenapa Tuhan tidak langsung menolong dan menyembuhkan Lazarus? Apalagi ayat 5 menjelaskan bahwa Yesus mengasihi Marta, Maria dan Lazarus.

Sesungguhnya Tuhan Yesus sejak awal sudah punya rancangan yang jauh lebih indah untuk kejadian ini (lihat ayat 15) dan hal inipun sebenarnya sudah disampaikan-Nya ke Marta (ayat 23). Namun kita manusia suka sok tahu sama seperti jawaban Marta di ayat 24, dan walaupun kita sering katakan percaya sama Tuhan namun seringkali pengertian percaya itu bukan seperti yang Tuhan inginkan. Perhatikan...walaupun Marta di ayat 27 mengatakan percaya pada Tuhan tapi di ayat 39 dia masih meragukan Tuhan saat diminta untuk bertindak.

Pada akhirnya, semua yang terlibat dalam kejadian itu baru mengerti, ternyata Tuhan Yesus punya rencana yang jauh lebih indah melalui kematian Lazarus. Dengan kejadian itu, Tuhan mengajarkan pada orang banyak agar mereka tetap percaya pada Tuhan apapun masalah yang sedang dihadapi, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, orang yang mati...bahkan yang sudah mati empat hari pun (yang secara jasmani sudah membusuk) bisa dibangkitkan-Nya!

Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Yeremia 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

"Ketika Allah bersiap untuk melakukan sesuatu yang indah, Ia mulai dengan sebuah kesulitan. Jika Ia berencana untuk melakukan sesuatu yang luar biasa indah, Ia mulai dengan kemustahilan." (Zig Ziglar)

Tuhan memberkati!