Tuesday, July 10, 2012

Perkenanan ada jika kita hidup berkenan

Tahun 2012 adalah tahun Perkenanan Tuhan. Setiap perkenanan pasti bicara tentang berkat seperti tertulis dalam Ulangan 33:23a: Tentang Naftali ia berkata: "Naftali kenyang dengan perkenanan dan penuh dengan berkat TUHAN... Jadi perkenanan Tuhan berarti Tuhan dengan senang hati, mengabulkan permintaan, dan memberikan berkat, bukan yang biasa-biasa tapi yang luar biasa!

Tapi ingat janji Tuhan hanya berlaku jika kita juga mengerjakan bagian kita...ini yang seringkali kita lupakan, kita hanya mau terima berkat-Nya tapi tidak mau melakukan bagian kita, sebagai contoh di ayat ini, Matius 6:26: Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Seringkali kita berpikir tidak perlu menabur/menuai, santai saja...tidak perlu kerja keras karena berkat kan dari Tuhan... pendapat itu memang ada betulnya yaitu kita tidak perlu kerja keras, banting tulang, dll seperti orang yang tidak mengenal Tuhan, namun bukan berarti kita tidak perlu usaha semaksimal mungkin. Justrunya sebagai orang yang percaya kita harus berusaha maksimal sekaligus berserah pada kehendak-Nya...itu yang membuat kita tidak perlu 'ngoyo' ...asalkan kita sungguh-sungguh Tuhan pasti akan memberkati.

Bukan kebetulan Tuhan memakai burung sebagai perumpamaan dalam ayat tersebut, tahukah anda...ada penelitian yang menyelidiki kebiasaan burung-burung dalam mencari makanannya, berikut ini sebagian hasilnya:
a. Burung Murai, bangun pukul 02.30 pagi kemudian mencari makanan hingga pukul 21.30 (total 19 jam), bolak-balik ke sarang sekitar 200 kali sehari untuk memberi makan anak-anaknya.
b. Burung Tikus, bangun pukul 03.00 pagi dan bekerja hingga pukul 21.00 (18 jam). Mereka bisa mengumpulkan 400 ekor ulat sehari.
c. Burung Hitam, bangun pukul 04.00 pagi dan bekerja hingga pukul 21.00 (17 jam). Bolak-balik ke sarang 100 kali sehari untuk memberi makan anak-anaknya.

Apakah ada yang diantara orang yang percaya yang bekerja seperti burung-burung ini hanya agar bisa makan? Umumnya kita bekerja sekitar 40 jam seminggu atau 8 jam per hari (untuk 5 hari kerja). Berarti benar bukan, bahwa Tuhan memberkati kita melebihi burung-burung itu.

Ingatlah, kita tidak bisa hanya diam dan berdoa minta Tuhan memberkati secara ajaib...tanpa melakukan apa yang jadi bagian kita, belajarlah dari semangat dan keuletan burung-burung itu.

Nah, demikian pula perkenanan Tuhan juga bicara soal penerimaan (acceptance) Tuhan atas kita, Tuhan senang atas kita (delight in us); jadi perkenanan Tuhan ada atas kita jika kita sendiri juga melakukan hal yang berkenan kepada-Nya!

Bagaimana caranya agar kita bisa berkenan kepada-Nya?

1. Kisah 13:22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

to whom also he gave their testimony, and said, I have found David the son of Jesse, a man after mine own heart, which shall fulfil all my will.

A man after mine own heart = seorang pria di hati-Ku, di hati Tuhan…artinya Daud ini seorang yang dekat dengan Tuhan! Punya hubungan yang spesial dengan Tuhan, hubungan yang sangat intim.

Hal pertama yang harus kita lakukan jika mau berkenan: punya hubungan yang intim dengan Tuhan, caranya? Doa, doa dan DOA.

Doa adalah satu-satunya cara kita untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Jika itu kita lakukan setiap saat maka semakin hari tentu kita akan semakin mengenal Dia dan intim dengan-Nya.

2. Perhatikan kisah Kain & Habel dalam Kej.4:4-5, mereka sama-sama mempersembahkan sesuatu untuk Tuhan, namun hanya persembahan Habel yang diterima Tuhan = Tuhan hanya kerkenan pada Habel.

Kenapa? Dalam KJV dipakai kata respect -> Tuhan respek/menerima persembahan Habel, Tuhan respek karena Habel juga memberi persembahan dengan respek, dengan hormat, dengan takut akan Tuhan. Ini berhubungan dengan KARAKTER -> Tuhan berkenan pada seseorang karena orang tersebut melakukan hal yang berkenan kepada-Nya!

Karakter = tabiat/kebiasaan, suatu sistem keyakinan/kebiasaan yang mengarahkan tindakan seseorang, yang terbentuk oleh PIKIRAN. Sejak kecil seseorang dibentuk dari pikiran-pikiran yang dipengaruhi oleh orangtua, keluarga dan sekelilingnya sehingga terciptalah tabiat/kebiasaan itu.

Bagaimana cara merubah karakter manusia?
a. Roma 8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Jadi agar bisa berkenan, kita harus hidup dalam Roh.
b. Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (KJV: And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God).

Hal kedua yang harus dilakukan jika mau berkenan: menjadi manusia baru (pembaharuan pikiran), yang hidup di dalam tuntunan Roh Kudus.

Galatia 5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Tuhan memberkati!

Wednesday, March 14, 2012

Hidup dalam Roh

Perkenanan atau persetujuan berhubungan dengan tindakan seseorang yang mendatangkan persetujuan atau perkenanan tersebut. Contohnya dalam Kejadian 4:3-5 mengenai persembahan Kain dan Habel, dimana Tuhan berkenan kepada persembahan Habel namun tidak pada persembahan Kain.

Kita dapat melihat bahwa perkenanan tidak ada hubungannya dengan persembahan (karena baik Kain maupun Habel keduanya sama-sama mempersembahkan sesuatu), juga tidak ada hubungannya dengan nilai persembahan (Kain mempersembahkan hasil tanah, sedangkan Habel mempersembahkan lemak dombanya). Kenapa Tuhan berkenan pada persembahan Habel? 1 Samuel 16:7 menjelaskan bahwa Tuhan melihat hati!

Jadi Tuhan tidak melihat tindakan seseorang secara jasmani melainkan secara rohani, bukan persembahan kita yang menjadi pertimbangan-Nya untuk berkenan melainkan siapa diri kita, bagaimana sikap hati kita yang benar di hadapan-Nya...itulah yang mendatangkan perkenanan-Nya atas kita. Atau secara singkat: perkenanan Tuhan ada pada orang yang benar.

Bagaimana caranya agar kita bisa menjadi orang benar?

PL: Mazmur 37:30-31, orang benar punya taurat Tuhan dalam hatinya, taurat bicara mengenai Hukum Tuhan. Namun hukum Taurat itu tidak mudah untuk dilakukan, sehingga sulit untuk menjadi orang benar sesuai standar hukum Taurat.

PB: Roma 8:3-4, puji Tuhan...kedatangan Tuhan Yesus ke dunia dan karya penebusan-Nya di kayu salib telah membuat semua tuntutan hukum Taurat itu bisa digenapi asalkan kita tidak hidup menurut daging, melainkan menurut Roh!

Bahkan dalam Roma 8:8 lebih jelas lagi ditekankan bahwa: Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

Jadi agar berkenan kepada Allah atau menjadi orang benar, maka kita harus hidup dalam Roh, hidup dipimpin oleh Roh Tuhan.

Lalu, bagaimana caranya agar bisa hidup dalam Roh?

1. Galatia 2:20a: namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Hal pertama yang harus dilakukan jika mau hidup dalam Roh adalah dengan menerima Kristus untuk hidup dalam diri kita, artinya menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Yang dimaksudkan disini bukanlah perkara menjadi orang Kristen atau dibaptis, melainkan kita sebagai pribadi yang sadar bahwa tadinya kita ini adalah manusia berdosa yang kehilangan kemuliaan Allah, mau bertobat (tanpa paksaan apapun, atau adat istiadat, atau alasan apapun) lalu menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Menerima Kristus adalah tindakan awal kita untuk bisa hidup dalam Roh, karena saat kita menerima Kristus dan mengijinkan-Nya hidup dalam diri kita maka di saat yang sama kita juga telah menerima Roh Kudus.

2. Jika dalam hidup jasmani kita memerlukan makanan/minuman rohani untuk bisa bertumbuh dan bertahan hidup, maka hal yang sama juga diperlukan saat kita hidup dalam Roh. Berapa kali kita makan dalam sehari? Umumnya 3x, makan pagi, siang dan malam...tapi coba kita introspeksi diri kita, berapa kali kita makan makanan rohani dalam sehari?

Hal kedua yang harus dilakukan jika mau hidup dalam Roh adalah makan & minum secara rohani, dan itu berarti sering membaca, merenungkan, melakukan Firman Tuhan serta membangun hubungan pribadi dengan Tuhan (doa, saat teduh).

3. Galatia 2:20b: Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. Hal ketiga yang harus dilakukan adalah hidup oleh iman dalam Yesus Kristus.

Ibrani 11:6 menegaskan bahwa: tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.

Kita telah hidup sebagai anak Tuhan walaupun masih tinggal dalam dunia ini, jadi cara hidup kita bukanlah cara hidup yang lama: jika sudah melihat baru percaya, jika sudah mengerti baru melakukan; hidup yang baru sebagai anak Tuhan adalah berjalan bersama Dia dan itu membutuhkan iman, karena seringkali kita belum melihat atau tidak mengerti Dia namun karena percaya kepada-Nya maka kita taat dan melakukan...itulah iman! Jika mengerti baru melakukan itu bukan iman melainkan pengetahuan.

4. Saat ini kita hidup di akhir jaman, dan perihal ini diumpamakan dalam Matius 25 seperti 5 gadis bijak dan 5 gadis bodoh, mengenai 2 tipe gadis ini bisa kita simpulkan bahwa:
- Keduanya sama-sama punya minyak, minyak = urapan Roh Kudus.
- Perbedaanya, yang bijak punya persediaan minyak, sedangkan yang bodoh tidak punya.

Persediaan minyak ini = kepenuhan Roh Kudus, Efesus 5:18 mencatat: hendaklah kamu penuh dengan Roh. Kepenuhan Roh Kudus hanya bisa diperoleh melalui pergaulan/hubungan yang intim dengan Tuhan...inilah hal keempat yang harus dilakukan.

Saat kita penuh dengan Roh Kudus maka tidak mungkin lagi kita berbuat dosa, ada kuasa Roh yang kuat yang menegur, mengingatkan bahkan mencegah kita untuk berdosa!
Semakin kita penuh Roh akan semakin kuat kuasa itu bekerja dalam hidup kita dan otomatis hidup kita menjadi benar.

Yesaya 59:1-2: Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Saat hidup kita benar atau tidak berdosa (ada pemberesan setiap saat atas dosa-dosa kita) maka yang terjadi adalah tangan TUHAN akan menyelamatkan dan Dia mendengar setiap seruan kita...bukankah itu sama dengan perkenanan-Nya atas kita.

Tuhan memberkati!

Sunday, February 19, 2012

Gaya Hidup yang Berkenan

Perkenanan bicara mengenai persetujuan, perkenanan Tuhan berarti ada penyertaan dan berkat khusus dari Tuhan untuk kita. Itu berarti Tuhan akan membuat perjalanan kita berhasil karena Dia sendiri yang menuntun dan menetapkan langkah kita.

Ada banyak contoh dari tokoh-tokoh Alkitab yang mendapatkan perkenanan Tuhan antara lain:
a. Habel, Kejadian 4:3-5
b. Nuh, Kejadian 8:20-21, 9:1
c. Daud, Kisah 13:22

Dari kisah hidup tokoh-tokoh Alkitab itu bisa ditarik satu benang merah yang menghubungkan mereka semua, suatu tindakan yang menyebabkan perkenanan Tuhan ada dalam hidup mereka.

Benang merah itu adalah gaya hidup mereka yang berkenan di mata Tuhan! Mereka melakukan apa yang berkenan di mata Tuhan (pribadi mereka sendiri yang berkenan kepada-Nya, bukan apa yang mereka persembahkan) sehingga perkenanan Tuhan pun dicurahkan bagi mereka.

Tahun 2012 adalah kairos Tuhan, tahun Perkenanan Tuhan; jika kita mau mendapatkan perkenanan Tuhan maka satu-satunya cara hanya dengan hidup berkenan di mata Tuhan.

Bagaimana caranya hidup berkenan kepada Tuhan?

1. Dalam 1 Samuel 15:22 dikatakan: mendengar lebih baik daripada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik daripada lemak domba jantan (persembahan terbaik, ingat kiash Habel). Dalam KJV, lebih jelas lagi: ketaatan lebih baik dari pengorbanan, mendengarkan lebih baik dari lemak domba jantan. Hal pertama yang harus dilakukan jika mau hidup berkenan di mata Tuhan: mendengarkan Firman dan menaatinya!

2. Mazmur 5:5 Tuhan kita bukanlah Allah yang berkenan pada orang fasik/jahat, dengan kata lain Tuhan berkenan pada orang benar. Bahkan di Mazmur 37:23-24 dikatakan (dan juga ada nyanyiannya):

TUHAN menetapkan langkah-langkah orang
yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
apabila ia jatuh, tak sampai tergeletak,
sebab TUHAN menopang tangannya.


Siapa yang dimaksud orang benar itu? Jawabannya ada di Mazmur 37 ayat 25-28, 30-31, orang benar adalah orang yang menjauhi hal yang jahat, melakukan yang baik, punya belas kasihan, menjadi berkat bagi sekitarnya, mulutnya penuh hikmat, lidahnya memperkatakan hukum dan dalam hatinya ada hukum Tuhan yang menuntun langkah hidupnya.

Lebih jelas lagi dalam Roma 8:8 dikatakan, bahwa: "Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah." Jadi orang benar itu adalah orang yang hidupnya dipimpin oleh hukum Tuhan dalam hatinya yaitu hidup dalam Roh Allah.

Hal kedua yang harus kita lakukan agar berkenan di mata-Nya: hidup benar = hidup dipimpin oleh Roh Allah.

3. Ibrani 11:5-6, Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.

Dalam sejarah PL, hanya 2 orang yang tercatat tidak mengalami kematian jasmani, mereka diangkat oleh Allah ke sorga dan salah satunya adalah Henokh. Dia diangkat karena berkenan kepada Tuhan, apa sebabnya Henokh berkenan? Alkitab mencatat karena Henokh hidup dengan beriman kepada Tuhan.

Hal ketiga yang harus dilakukan jika mau hidup berkenan kepada Tuhan: hidup oleh iman!

Jadi jika kita mau ada perkenanan Tuhan dalam hidup kita, marilah kita juga punya gaya hidup yang berkenan kepada-Nya, hidup dengan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya.

Tuhan memberkati...

Saturday, February 4, 2012

Topeng Pernikahan

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini kita dituntut untuk bisa hidup benar sesuai perintah Tuhan, demikian pula dalam kehidupan pernikahan, kita pun dituntut untuk jujur dan benar dalam posisi kita, baik sebagai suami maupun sebagai istri. Adanya kejujuran membuat rumah tangga menjadi lebih baik, sebaliknya ketidakjujuran atau kepalsuan pada akhirnya akan menghancurkan rumah tangga.

Bisa dibayangkan bagaimana jadinya sebuah pernikahan bila suami istri tidak jujur kepada pasangan hidupnya. Sang suami memberitahukan kepada istrinya kalau dia pulang terlambat karena harus menghadiri pertemuan/rapat penting, misalnya. Akan tetapi, yang terjadi ternyata bukan demikian, sang suami malah pergi bersama teman-teman kantornya untuk bersenang-senang atau lebih parahnya lagi dia berselingkuh dengan wanita idaman lain (WIL).

Sebaliknya, sang istri ijin pada suaminya untuk pergi keluar rumah menghadiri acara gereja katanya, tapi kemudian malah mampir jalan-jalan di mall, singgah di rumah teman, ngobrol, dan sebagainya, sehingga terlambat pulang ke rumah lalu berbohong agar suaminya tidak ngomel. Atau contoh lainnya, seorang istri yang terbiasa membelanjakan uang dengan seenaknya karena punya hobi belanja, namun saat ditanya pertanggung-jawabannya oleh sang suami, ia berkelit dengan menyebutkan pengeluaran untuk kebutuhan-kebutuhan rumah tangga yang ada.

Masih banyak contoh-contoh kepalsuan yang dilakukan oleh pasangan suami istri dalam kehidupan pernikahan mereka bahkan ada keluarga yang dibangun dengan kepalsuan tersebut, sehingga banyak suami isteri yang berpikir sudah mengenal pasangannya, namun sebenarnya yang mereka kenal hanyalah ‘topeng’ pasangan mereka.

Seperti kisah berikut ini, dimana ada satu pasangan suami-isteri yang telah lama menikah dan sudah mempunyai anak. Selama ini hidup pernikahan mereka baik-baik saja dan tidak ada pertengkaran yang mengarah kepada perceraian. Dari luar terlihat bahwa keluarga ini adalah keluarga yang harmonis, sang suami sayang pada istrinya demikian pula sebaliknya. Namun suatu ketika sang suami sakit parah dan akhirnya meninggal dunia.

Pada saat jenazah sang suami disemayamkan, tiba-tiba datanglah seorang wanita dengan membawa seorang anak kecil. Sang istri yang ditinggal oleh suaminya tidak mengenali wanita dan anak itu karena memang bukan teman atau kerabat dari keluarga mereka. Namun wanita itu menangis terisak-isak di hadapan jenazah suaminya… bagaikan petir di siang bolong, sang istri terkejut saat mengetahui bahwa selama ini wanita itu sudah menjadi ‘simpanan’ suaminya! Ternyata apa yang selama ini dia ketahui tentang suaminya sangat jauh berbeda dengan kenyataan yang ada di depan matanya.

Selama ini sang istri mengenal pasangannya sebagai suami dan ayah yang setia, ternyata dia baru tahu sekarang kalau suaminya telah mempunyai WIL, bahkan sampai mempunyai seorang anak. Dia merasa tertipu dan hanya bisa menangis sambil memukul-mukul tubuh suaminya yang sudah terbujur kaku.

Apa saja kepalsuan atau ‘topeng’ yang mungkin terjadi dalam pernikahan?

1. Kekuatiran masa lalu, karena takut pasangannya tidak dapat menerima dirinya jika tahu yang sebenarnya maka orang mengambil tindakan untuk menutupinya. Contoh: suami/istri punya kecenderungan gay/lesbian, tapi tetap menikah dengan pasangan lain jenis demi status sosialnya lalu dengan diam-diam mereka juga masih berhubungan dengan sesama jenis, atau seorang wanita yang pernah melakukan hubungan sex sebelumnya (sehingga tidak perawan lagi) lalu untuk menutupinya, dia melakukan operasi agar jadi perawan kembali.

2. Kemunafikan yang dilakukan seseorang agar pasangannya menghormati atau menganggapnya ‘hebat’ soal kekayaan, pekerjaan, dan sebagainya. Padahal mungkin saja selama ini dia mengelola keuangannya dari hutang (gali lubang, tutup lubang) atau malah karena ditolong orangtuanya.

3. Kesempurnaan yang ditampilkan seseorang agar ia selalu kelihatan sebagai pasangan yang baik. Contoh: suami yang baik itu selalu pulang tepat waktu di rumah dan jarang keluyuran, tapi sebenarnya setiap jam istirahat dia kerap berselingkuh dengan WIL di kantornya atau bisa saja seseorang berusaha tidak pernah marah, selalu mengalah, selalu mengulurkan tangan agar kelihatan sempurna di mata pasangannya, padahal semua itu dilakukan untuk menutupi perbuatan salahnya yang tersembunyi.

Apa sebabnya ada kepalsuan dalam pernikahan?

1. Adanya konsep yang keliru dalam memandang pernikahan, bahwa pernikahan itu harus baik dan sempurna. Padahal pernikahan itu bukan harus sempurna, melainkan akan disempurnakan oleh kasih Tuhan.

2. Adanya pengalaman-pengalaman masa lalu yang tidak dapat diterima.

3. Akibat pola didik atau pola asuh yang salah tentang kejujuran. Sedari kecil, anak terbiasa melihat orangtuanya berbohong atau tidak pernah diajari nilai-nilai kejujuran, akibatnya setelah dewasa dia akan terbiasa berbohong/berpura-pura.

4. Kekuatiran yang berlebihan. Sudah membayangkan adanya penolakan dari pasangan, sehingga enggan untuk mengungkapkan dengan sejujurnya.

5. Ketidakberanian menghadapi kenyataan.

Lalu bagaimana cara mengatasi kepalsuan ini?

Perlu adanya kesiapan dan komitmen dari pasangan suami istri untuk saling terbuka/jujur. Setiap suami istri harus belajar untuk bisa menerima pasangan apa adanya. Jangan pernah memulai untuk menutupi hal yang ‘kecil’ sekalipun karena lama-lama dosa kecil itu bisa menjadi besar (Lukas 16:10). Masing-masing harus rela berkorban, menerima dan menjadi satu (unity) dengan pasangannya baik dalam pikiran, perasaan dan kehendak, Matius 19:6a “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.”

Ingatlah kebahagiaan pernikahan yang ‘palsu’ hanyalah kebahagiaan yang semu dan sementara, dibaliknya akan ada kehancuran yang sangat menyakitkan. Namun dengan kasih yang sejati dalam Tuhan Yesus, semua hal yang kelihatannya kurang sempurna dalam pernikahan dapat dijadikan-Nya baik dan sempurna, asalkan suami istri mau sepakat (unity) dan hidup benar di hadapan-Nya.

Tuhan memberkati...

Monday, January 16, 2012

Tahun Perkenanan Tuhan

Tahun 2012 adalah Tahun Perkenanan Tuhan.
Apa yang dimaksud perkenanan Tuhan?
Menurut kamus bahasa Indonesia, perkenanan, artinya: menyetujui, berkompromi, suka, sudi, dengan senang hati, rela ...
Perkenanan Tuhan berarti: Tuhan rela, setuju, sudi, dengan senang hati...memberikan berkat, bukan berkat yang biasa-biasa tapi luar biasa/istimewa!

Kejadian 37:1-36 adalah kisah tentang Yusuf, anak Yakub/Israel, ayat 3 mencatat: Yakub lebih mengasihi Yusuf karena Yusuf anak yang lahir pada masa tuanya, anak bungsu (dan anak bungsu biasanya pandai mengambil hati), sehingga Yusuf mendapat perkenanan ayahnya, Yakub, serta mendapatkan berkat yang istimewa, yaitu jubah maha indah.

Namun Yusuf bukan hanya dapat perkenanan ayahnya, dia juga mendapatkan perkenanan Tuhan, Kejadian 39:2, Tuhan menyertai Yusuf sehingga ia selalu berhasil dalam pekerjaannya. Bahkan dimana pun Yusuf ada, perkenanan Tuhan selalu ada untuknya, ayat 20-21, Yusuf dipenjara, namun Tuhan menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya dan membuat Yusuf jadi kesayangan kepala penjara itu.

Apa rahasianya perkenanan Tuhan diberikan pada seseorang?

1. KARAKTER
Perhatikan kisah Kain & Habel di Kejadian 4:3-5 yang sama-sama mempersembahkan sesuatu untuk Tuhan, namun hanya persembahan Habel yang diindahkan Tuhan, dan perkenanan Tuhan ada atas Habel. Kenapa? Karena Habel melakukan yang berkenan dihadapan Tuhan.

Perkenanan diberikan pada seseorang karena orang tersebut melakukan sesuatu yang berkenan; berkenan = acceptable, diterima oleh...

Jadi perkenanan Tuhan diberikan pada seseorang, karena orang tersebut melakukan apa yang berkenan di mata Tuhan! Melakukan apa yang berkenan ini berhubungan dengan KARAKTER.

Karakter didefinisikan sebagai tabiat/kebiasaan, suatu sistem keyakinan/kebiasaan yang mengarahkan tindakan seseorang, contohnya: ekonomi keluarga terpuruk – anggota keluarga juga terpuruk – saya salah satu anggota keluarga – saya juga akan terpuruk = jadi pesimis/putus asa. Dari alur ini bisa disimpulkan bahwa karakter terbentuk oleh PIKIRAN. Sejak kecil seseorang dibentuk dari pikiran-pikiran yang dipengaruhi oleh orangtua, keluarga dan sekelilingnya sehingga terciptalah tabiat/kebiasaan = karakternya itu.

Lalu jika memang sudah terbentuk, bisakah karakter itu diubah?
Banyak orang yang berkata tidak bisa karena itu sudah menjadi tabiat orang tersebut; tapi sesungguhnya dalam Tuhan (oleh kuasa Roh Kudus), karakter bisa diubah walaupun sulit karena yang harus dihadapi adalah diri sendiri, tapi akan mudah jika mau berserah dan taat pada Tuhan.

Bagaimana cara merubah karakter manusia?
Karakter terbentuk oleh pikiran, pola pikir yang mengarahkan tindakan seseorang.

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (KJV: And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God).

Perubahan karakter (jadi tidak serupa dengan dunia ini) karena adanya pembaharuan/perubahan pikiran.

Roma 12:3 Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman.

Pola pikir diubah melalui penguasaan diri.

Galatia 5:22, penguasaan diri merupakan salah satu buah Roh, sedangkan buah Roh diperoleh karena hidup oleh Roh bukan oleh daging, Galatia 5:16.

Penguasaan diri adalah buah Roh yang dihasilkan karena hidup dalam pimpinan Roh (Kudus).

Jadi kesimpulannya, karakter bisa diubah jika kita mau hidup dalam pimpinan Roh (hidup oleh Roh) yaitu dengan menyalibkan daging atau keinginan diri sendiri, Galatia 5:24.

Yusuf mendapat perkenanan ayahnya dan Tuhan karena dia punya karakter yang baik, karakter yang menarik hati ayahnya dan juga Tuhan (Kejadian 37:2, Yusuf tidak berbuat jahat seperti saudara-saudaranya yang lain, Kejadian 39:7-12, Yusuf takut akan Tuhan dan tidak mau berzinah walaupun ada kesempatan 'baik').

2. KAIROS
Kairos adalah kata Yunani kuno yang artinya adalah: saat/waktu yang tepat/benar. Kata waktu dalam bahasa Yunani ada 2 macam: chronos dan kairos, chronos bicara mengenai waktu yang ada, seperti jam berapa, hari apa, dan sebagainya. Tapi dalam PB, kairos dipakai untuk menggambarkan: the time when God acts, waktunya Tuhan bertindak; contoh dalam Markus 1:15 kata-Nya: Waktunya telah genap, dalam bahasa aslinya berbunyi: the kairos is fulfilled.

Walaupun karakter dasar Yusuf baik, namun masih ada karakter Yusuf yang harus diproses oleh Tuhan (Kejadian 37:5-11) sehingga Yusuf tidak langsung meraih apa yang Tuhan janjikan. Proses Yusuf memakan waktu 13 tahun (sejak umurnya 17 tahun sampai dengan dia diangkat menjadi kuasa atas Mesir pada usia 30 tahun). Jadi, kairos Tuhan untuk Yusuf adalah saat usia Yusuf 30 tahun dan dia telah menyelesaikan prosesnya Tuhan.

Tahun 2012 adalah Tahun Perkenanan Tuhan, ini adalah kairosnya Tuhan, ini waktunya untuk Tuhan memberikan perkenanan-Nya bagi kita! Jadi yang harus kita lakukan di tahun ini adalah hidup berkenan di hadapan-Nya (hidup oleh Roh), maka pasti perkenanan-Nya akan dicurahkan bagi kita.

Times of refreshing
Here in Your presence
No greater blessing
Then being with You

My soul is restored
My mind is renewed
There’s no greater joy Lord
Then being with you

Monday, December 19, 2011

3 Kunci Sukses Daud

Dalam hidup ini tidak ada di antara kita yang tidak pernah mengalami masalah. Semua pasti mengalaminya, beberapa masalah mungkin hanya kecil saja tapi ada juga masalah yang sangat besar, sehingga rasanya kita tidak sanggup/takut menghadapinya

Menjadi anak Tuhan bukan berarti bebas dari masalah, karena Tuhan bukan berjanji membebaskan kita dari masalah, melainkan jalan keluar untuk setiap masalah kita (Matius 11:28)

Dalam 1 Samuel 17 dijelaskan bahwa seorang pendekar Filistin muncul dan mengolok-olok tentara Israel, nama pendekar itu adalah Goliat. Tingginya 6 hasta sejengkal (sekitar 2,8 m) dan memakai pakaian perang yang lengkap (berat baju zirahnya 5000 syikal = sekitar 57 kg, belum lagi tombak, perisai dan penutup lainnya). Selama 40 hari Goliat menantang, mengejek dan mengintimidasi tentara Israel namun tidak ada satupun yang berani melawannya.

Bukankah demikian pula yang kadang terjadi dalam hidup kita, mungkin ada masalah yang sudah lama menjadi beban kita, selalu menghantui, tidak bisa beres-beres...masalah yang jadi seperti 'Goliat' dalam hidup kita? Rasanya tak mungkin dikalahkan, tak bisa menang. Membuat kita tak berkutik sama seperti saat tentara Israel yang banyak menghadapi Goliat.

Hingga akhirnya ayat 32 mencatat, Daud seorang gembala kambing domba berani melawan sang pendekar Filistin bernama Goliat itu.

Pertanyaannya kenapa Daud berani menghadapi Goliat?

1. Saat Saul tahu Daud berani menghadapi Goliat, dia meragukan Daud karena Daud masih muda sedangkan Goliat adalah prajurit yang berpengalaman. Tapi perhatikan jawaban Daud di ayat 34-37, walaupun tidak punya pengalaman perang namun Daud punya suatu hal yang melebihi itu semua. Dia punya pengalaman dengan Tuhan dan Daud mengenal Tuhan!

Mungkin saat ini kita sedang melalui hari-hari yang penuh masalah, entah itu keuangan, sakit penyakit atau apapun juga yang kelihatannya tak ada harapan lagi tapi ingatlah kembali apa yang pernah Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Yesus adalah Tuhan yang hidup, jika dulu Dia pernah menolong kita maka sekarang pun Dia akan menolong kita = Daud tahu Tuhan yang dulu pernah menolongnya melawan singa/beruang, juga sanggup menolongnya mengalahkan Goliat.

Kunci pertama: KITA HARUS MENGENAL TUHAN YESUS!

2. Ayat 38-40, 45-47. Daud mengenal kekuatannya sendiri dan mengenal kekuatan lawannya. Kadang masalah datang dalam hidup kita karena kebodohan kita sendiri, kita tidak mengenal siapa sesungguhnya diri kita dan kita tidak tahu apa yang dihadapi.

Mengenal kekuatan sendiri, artinya tahu kemampuan kita sendiri, contohnya, kalau kita tidak sanggup mencicil pembelian suatu barang ya jangan kita membeli barang dengan cicilan, lebih baik menabung sampai mampu membelinya.

Mengenal kekuatan lawan, artinya, sebelum melangkah kita cari tahu apa yang akan dihadapi (misalnya pekerjaan, pernikahan, persaingan usaha, pelajaran, dll), caranya mencari tahu yaitu dengan tanya Tuhan dan belajar, seperti ikut seminar, kursus, pelatihan. Contoh: sebelum menikah, belajar mengenal pernikahan melalui bpn di gereja.

Kunci kedua: KITA HARUS MENGENAL DIRI SENDIRI & LAWAN KITA!

3. Setelah yakin dan sungguh mengenal Tuhan serta diri dan lawan kita, maka kunci ketiga atau hal terakhir yang perlu dilakukan adalah BERTINDAK DENGAN IMAN.

Daud maju menghadapi Goliat, satu lawan satu; apa Goliat dalam hidup kita? Hadapi hal itu, Goliat mungkin kelihatan besar dan kuat, sedangkan kita rasanya mustahil mengalahkannya...namun jangan lupa kita bersama dengan TUHAN yang maha besar!

1 Samuel 17:48-51...demikian Daud mengalahkan Goliat, tanpa harus susah payah memakai baju perang ataupun pedang, tapi cukup hanya dengan umban & batu yang sederhana.

Jika kita berjalan bersama Tuhan, kita juga tidak perlu susah payah mengalahkan 'Goliat-Goliat' yang ada di hidup kita...cukup dengan mengenal Tuhan, mengenal diri sendiri & lawan kita dan bertindak dengan iman percaya maka kita pasti menang!

Tuhan memberkati...

Sunday, November 27, 2011

Kunci Utama Diberkati Tuhan

Definisi berkat adalah karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi hidup manusia. Karena berkat adalah karunia Tuhan, maka berkat itu diperoleh bukan karena hasil usaha kita; bedakan berkat dengan kekayaan. Berkat ≠ kaya, buktinya ada banyak orang-orang yang tidak kenal Tuhan namun menjadi kaya bahkan sangat kaya; jadi berkat bukan hanya tentang materi (hidup kaya, makmur, berlimpah) tapi juga meliputi damai sejahtera, penyertaan, dan perkenanan Tuhan.

Tahun 2012 adalah Tahun Perkenanan Tuhan, perkenanan bicara tentang perlakuan/hal istimewa. Perkenanan Tuhan berarti ada hal istimewa yang Tuhan berikan untuk kita. Sebagai anak Tuhan, kita tahu bahwa Allah Bapa pasti sayang semua anak-Nya, sama seperti bapa di dunia walau anaknya lebih dari satu tapi semuanya pasti disayang, namun dari antara anak-anak itu tentunya tidak semua sama sikapnya, ada anak yang lebih bisa mengambil hati bapanya dibanding anak yang lain, demikian pula kita sebagai anak Tuhan juga harus bisa mengambil hati-Nya. Jangan jadi anak yang biasa-biasa tapi jadi anak yang luar biasa (istimewa), karena ada berkat yang istimewa juga dari Tuhan.

Bagaimana caranya agar kita diberkati dan mendapat perkenanan-Nya (berkat istimewa)?

Kejadian 26:12-13 Ishak menabur, lalu mendapat hasil 100 x lipat sebab ia diberkati TUHAN. Dan ia menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.

Jika membaca ayat tersebut, kita cenderung menyimpulkan bahwa Ishak diberkati secara luar biasa dan menjadi sangat kaya karena dia menabur. Akibatnya selama ini banyak yang berpikir bahwa jika menabur seperti: doa, pelayanan, perbuatan baik, sosial, kemanusiaan, mengembalikan persepuluhan, persembahan, dan sebagainya...akan diberkati.

Menabur tidaklah salah, tapi tindakan menabur bukanlah kunci utama agar kita diberkati TUHAN! Ibarat seorang yang sedang bertani, hal pertama yang dikerjakan petani bukanlah menabur, hal pertama yang harus dikerjakannya adalah menyiapkan tanah tempat taburan benih tersebut, tanah perlu dibajak & dipupuk agar menjadi baik dan siap ditaburi benih sehingga benih bisa bertumbuh dan berbuah. Demikian pula dengan hidup kita, menabur bukanlah kunci utama yang harus kita lakukan jika mau diberkati… Lalu apakah kunci utamanya?

Kunci kenapa Ishak diberkati, dapat kita lihat di ayat sebelumnya, yaitu ayat 1-6.
a. Ayat 1: ada bencana kelaparan (= masalah/problem, hal yang tidak enak), masalah adalah cara Tuhan untuk membentuk kita; ADA PROSES TUHAN
b. Ayat 2: jangan ke Mesir; walau ada dalam masalah tapi JANGAN PAKAI CARA DUNIA untuk mengatasinya.
c. Ayat 3-5: ada janji Tuhan, TETAP PERCAYA pada janji-Nya.
d. Ayat 6: tindakan yang dilakukan Ishak sesuai kehendak Tuhan (= TAAT), dia tinggal di Gerar seperti yang Tuhan perintahkan.

Ishak diberkati bukan karena dia menabur, namun karena sebelumnya dia sudah diproses oleh Tuhan menjadi Ishak yang baru, Ishak yang menuruti kehendak Tuhan.

Berkat Tuhan diawali oleh diri kita, bukan karena pekerjaan kita! Berkat & perkenanan Tuhan turun karena DIRI KITA sendiri, Mazmur 127:2, Tuhan memberikan berkat kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur, perhatikan kata: yang dicintai-Nya, siapakah orang yang dicintai-Nya? Bukankah yang dimaksud itu adalah orang-orang yang melakukan kehendak-Nya (Matius 7:21).

Jadi kunci utama menerima berkat & perkenanan-Nya adalah dengan menjadikan diri kita seturut kehendak-Nya!

Ciri orang yang mengikuti kehendak Tuhan: jika mau melakukan sesuatu, hal pertama yang dilakukannya adalah tanya Tuhan, bukan langsung jalan; dan setelah dijawab oleh Tuhan maka percaya dan melakukannya. Yeremia 17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang berharap kepada TUHAN!

Bagaimana caranya agar diri kita seturut kehendak Tuhan?

a. Bereskan hubungan dengan Tuhan, jangan ada dosa lagi (Yesaya 59:1-2) .

b. Bereskan hubungan dengan sesama (keluarga/suami istri/anak/orang lain), jika ada masalah segera dibereskan sehingga tidak ada ganjalan lagi, Kejadian 26:8 walaupun Ishak sedang dalam masalah tapi itu tidak merusak hubungan dengan istri, hubungan mereka tetap mesra.

c. Ubah sikap hidup kita (pola pikir dan perasaan) jangan pakai cara dunia, Roma 12:2, caranya? dibentuk melalui baca Firman Tuhan dan melakukannya.

d. Hiduplah dengan iman, iman diuji saat keadaan yang tidak enak, apakah kita tetap percaya dan taat.

Jika hidup kita seturut kehendak Tuhan, maka berkat & perkenanan Tuhan pasti akan menyertai kita, Amsal 10:6a: Berkat ada di atas kepala orang benar. Dan apapun yang kita lakukan (menabur) pasti akan Tuhan berkati dan dibuat-Nya berhasil!

Tuhan memberkati!